Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Bupati Ipuk Luncurkan ‘Koin Wangi’, Kompetisi Inovasi ASN-Warga Banyuwangi

bupati-ipuk-luncurkan-‘koin-wangi’,-kompetisi-inovasi-asn-warga-banyuwangi
Bupati Ipuk Luncurkan ‘Koin Wangi’, Kompetisi Inovasi ASN-Warga Banyuwangi

detik.com

Banyuwangi

Tak pernah kehabisan ide, itu kalimat yang patut dilekatkan pada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Kali ini ia meluncurkan program Kompetisi Inovasi Kabupaten Banyuwangi (Koin Wangi).

Koin Wangi ini merupakan ide Ipuk untuk memancing ide-ide kreatif dan inovatif dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum. Melalui kompetisi ini, Ipuk mendorong lahirnya berbagai ide kreatif yang dapat menjadi arah kebijakan pembangunan daerah.

“Ajang ini bukan sekadar lomba, namun ruang kolaborasi untuk melahirkan ide-ide kreatif, solutif, dan berdampak bagi masyarakat,” terang Ipuk, Jumat (6/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut kepala daerah yang penuh gebrakan ini menjelaskan, Koin Wangi dirancang sebagai wadah untuk menjaring talenta inovatif dari berbagai kalangan. Melalui kompetisi ini, pemerintah daerah menargetkan lahirnya berbagai gagasan yang mampu meningkatkan daya saing dan mempercepat pembangunan daerah.

Kompetisi tersebut terbuka bagi berbagai elemen masyarakat, mulai dari ASN, tenaga pelayanan publik, hingga masyarakat umum. Peserta dapat mengusulkan ide inovasi yang sudah dijalankan maupun yang masih berupa konsep.

“Ini sebagai upaya membangun ekosistem inovasi yang inklusif, di mana setiap gagasan, sekecil apa pun, memiliki ruang untuk tumbuh dan dikembangkan,” ujarnya.

Selama ini Banyuwangi telah menggulirkan inovasi di berbagai sektor, mulai layanan publik, pariwisata, pendidikan, adiministrasi kependudukan, kesehatan, ekonomi, sosial, seni budaya, dan sektor lainnya.

Salah satu wujud kerja inovasi Banyuwangi adalah sektor pelayanan publik, di mana Banyuwangi memiliki program “Smart Kampung” yang mendorong pelayanan publik berbasis teknologi informasi (TI) hingga ke level desa. Berbagai pelayanan seperti pengurusan administrasi kependudukan, perizinan usaha, hingga layanan kesehatan cukup, dilakukan di tingkat desa melalui aplikasi Smart Kampung.

Rantang Kasih, masuk dalam daftar inovasi di bidang sosial. Melalui Rantang Kasih, Pemkab Banyuwangi memberikan makan bergizi bagi lansia sebatang kara tiga kali dalam sehari.

Tak ketinggalan, kebutuhan dasar pendidikan juga terakomodir melalui inovasi Siswa Asuh Sebaya (SAS) yang dikembangkan menjadi Sekolah Asuh Sekolah.

Kepala Bappeda Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo menambahkan, Koin Wangi terbuka bagi individu maupun kelompok yang beranggotakan maksimal tiga orang. Terdiri atas ASN, warga ber KTP Banyuwangi, dan pengajar/dosen.

“Pendaftaran dibuka mulai 1-28 Maret 2026,” ujar Yayan, sapaan akrabnya.

Ada dua kategori inovasi yang dilombakan. Yaitu inovasi digital dan inovasi non digital. Adapun ruang lingkupnya, meliputi inovasi Pelayanan Publik, Tata Kelola Pemerintahan, Pertanian, Pariwisata dan sektor lain yang sesuai bidang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.

“Inovasi yang diajukan boleh berupa ide maupun inovasi yang sudah diimplementasikan. Namun yang perlu dicatat, inovasi yang diikutkan kompetisi belum pernah memenangkan penghargaan apapun, baik tingkat lokal dan nasional,” ujar Yayan.

Untuk penilaiannya, diakumulasi dari penilaian proposal dan pemaparan. Dengan dewan juri berasal dari kalangan birokrasi, akademisi dan praktisi.

“Pemenang inovasi akan mendapatkan piagam penghargaan, tropy, uang Pembinaan serta Fasilitasi Pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Hak Cipta,” tambah Yayan

Banyuwangi telah dikenal sebagai daerah yang kaya akan inovasi. Sejak 2018, Banyuwangi secara konsisten ditetapkan sebagai Kabupaten Terinovatif se-Indonesia, dalam ajang Indonesia Government Award (IGA) yang digawangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

20D

(auh/hil)