Rancang Era Kebangkitan Banyuwangi

0
200

rancangBANYUWANGI – Masa jabatan Abdullah Azwar Anas sebagai Bupati Banyuwangi akan berakhir Oktober 2015. Selama empat tahun memimpin Banyuwangi, Bupati Anas rampung merancang kebangkitan Kota Kopi dalam 20 tahun mendatang. Rancangan kebangkitan kabupaten paling timur Pulau Jawa ini dituangkan dalam master plan. Bupati Anas mengatakan, master plan daerah dalam 20 tahun ke depan disiapkan untuk menciptakan Banyuwangi yang maju dan kuat.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam master plan itu sudah dirancang secara detail dasar pengembangan daerah yang tegas dan terarah. “Salah satunya, kita melakukan perumusan tata ruang melalui potensi wilayah. Itu penting agar Banyuwangi dapat tumbuh secara merata,” kata Bupati Anas beberapa waktu lalu. Dalam rancangan kebangkitan itu tidak hanya disiapkan kebangkitan jangka panjang. Era kebangkitan itu juga telah dirintis mulai saat ini.  

Seperti percepatan kemajuan daerah yang dilakukan melalui pengembangan information and communication technology (ICT), pembenahan birokrasi, menumbuhkan ekonomi, dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. “Banyuwangi menjadi kabupaten terdepan di bidang ICT.Penilaian keuangan WTP murni juga dapat dipertahankan sejak tahun lalu. Pendapatan per kapita daerah juga terus naik,” ungkapnya.

Beberapa program, seperti Sedekah Oksigen, I Love Banyuwangi, dan promosi daerah, terus dilakukan sebagai ikhtiar pemerintah daerah untuk menyongsong masa depan yang lebih maju dan memiliki dasar yang kuat. Bupati Anas menambahkan, membangun Banyuwangi juga dilakukan dengan penyiapan SDM. Caranya dengan menyediakan institusi pendidikan berkualitas dan memberi garansi keberlangsungan pendidikan. “Kita ikhtiar hingga berdiri Poliwangi, sekolah pilot negeri, dan universitas Airlangga. Kita juga memberi beasiswa bagi anak cerdas tidak mampu dan anak putus sekolah karena terkendala biaya,” tuturnya.  

Bupati Anas mengatakan, membangun daerah bukan hanya kewajiban pemerintah, tapi juga semua pihak. Termasuk LSM dan mahasiswa bisa berperan aktif mengentaskan permasalahan daerah seperti buta aksara dan anak putus sekolah.”Kita harus kerja bahu membahu saling bergotong royong. Kalau semua berperan insyaallah buta aksara di Banyuwangi yang masih 15 ribu orang akan tuntas sampai akhir 2014. LSM juga bisa membantu pemerintah daerah mencari anak sekolah dan mendampinginya untuk bisa disekolahkan lagi,” katanya.

Secara khusus Bupati juga meminta semua pihak khususnya para guru di sekolah untuk peduli terhadap kekerasan yang terjadi pada anak. Baik kekerasan fisik maupun seksual yang akhir-akhir ini marak diberitakan media. “Saya minta sekolah mengaktifkan konseling dan terus melakukan pendekatan pada anak agar bisa lebih terbuka. Ini untuk mencegah dan mendeteksi dini setiap kejadian tidak diinginkan yang dialami oleh siswa,” pinta Bupati Anas. (radar)

Loading...