Ranting Kayu Disulap Jadi Kursi Antik

0
1527

TINGGAL di pedesaan tepi hutan tidak membuat  Muhammad Anas, 48, dan ibunya Kamidah, 60, warga Dusun Ndarungan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, kehabisan akal untuk bisa bertahan hidup. Limbah kayu dan bambu yang cukup melimpah di sekitar rumahnya dianggap berkah.

Lelaki berjenggot lebat itu pun memutar otak agar bisa memanfaatkan limbah itu hingga bisa mendatangkan rupiah. Ranting pohon mahoni dan bambu yang berserakan, pada tahun 2005 itu dikumpulkan. Setelah dipotong berukuran kecil, ditata di lantai.

“Bulatan ranting pohon yang dipotong, setelah ditata di lantai ternyata cukup menarik dan unik,” terang Muhamad Anas. Dari coba-coba itu, Anas mulai menciptakan kreasi dengan membuat kap lampu. Awalnya, kap lampu yang dibuat cukup sederhana dan hanya ditempeli potongan ranting kayu pakai lem dan dilapisi pelitur.

Selanjutnya, kap lampu kreasinya itu ditawarkan kepada perajin. Ternyata menakjubkan. Sebab, karyanya diminati pemilik art shop di Bali. Anas pun mendapat pesanan kap lampu cukup banyak. “Mulai saat  itu saya baru berani menerima karyawan,” katanya.

Setelah kreasinya banyak bermunculan di art shop, Anas kembali berkreasi dengan menciptakan produk baru, yakni membuat kursi dan hiasan dekorasi pengantin. Kursi dan dekorasi pengantin itu juga tidak lepas dari tempelan potongan ranting kayu dan bambu.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Keliling Kota Banyuwangi, Satpol PP Gunakan Damkar Semprotkan Desinfektan