Raperda Reklame Akhirnya Disahkan

0
364

BANYUWANGI – Pembahasan panjang rancangan peraturan daerah (raperda) penyelenggaraan reklame, akhirnya mencapai garis finish. Eksekutif dan legislatif akhirnya sepakat mengegolkan salah satu raperda yang pembahasannya paling alot, sehingga sempat empat kali gagal disahkan tersebut. Hal itu terungkap dalam rapat paripurna yang digelar di kantor DPRD Banyuwangi kemarin (12/11).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Selain raperda penyelenggaraan reklame, eksekutif dan legislatif juga sepakat mengegolkan tiga raperda yang lain, yakni raperda retribusi jasa usaha, raperda pajak daerah, dan raperda penyerahan modal kepada pihak ketiga. Dalam pemaparannya di hadapan peserta rapat paripurna, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Penyelenggaraan Reklame DPRD, Achmad Turmudzi mengatakan, lamanya pembahasan raperda tersebut bukan diakibatkan kesengajaan mengulur-ulur waktu. menurutnya,

Loading...

berlarut-larutnya pembahasan raperda reklame tersebut akibat dinamisnya pembahasan. Terutama menyangkut pasal 26 yang mengatur reklame non komersial. Sementara itu, terkait pengesahan raperda pajak daerah, raperda retribusi jasa usaha, dan raperda penyertaan modal kepada pihak ketiga, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, setelah diundangkan, raperda tersebut akan menjadi lintasan untuk mendorong percepatan pendapatan daerah.

Bupati Anas mencontohkan, selama ini pemkab tidak berani menarik retribusi atas pertambangan belerang yang dilakukan di kawasan Gunung Ijen, lantaran Banyuwangi belum memiliki perda yang mengatur penarikan retribusi tersebut. “Meski berorientasi pendapatan, pemkab akan tetap melakukan pengendalian lingkungan terhadap kegiatan pertambangan tersebut,” tegasnya.

Selain itu, imbuh Anas, pihaknya berencana memasang portal di ruas jalan menuju Gunung Ijen. Portal tersebut bertujuan mengendalikan truk agar tidak memuat belerang dengan tonase berlebih. Dengan demikian, jalan menuju Gunung Ijen yang saat ini kita perbaiki dengan dana yang cukup besar, tidak akan cepat rusak,” paparnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2