Ratusan Hektare Persawahan Kering

0
429

TEGALDLIMO – Musim kemarau ini menyebabkan para petani tidak bisa mengolah sawah. Ratusan hektare lahan persawahan di sembilan desa di Kecamatan Tegaldlimo kini dibiarkan “tidur”. Itu seperti yang terlihat di Dudun Bayatrejo, Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo, kemarin (11/8).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Di daerah tersebut sawah di desa itu sengaja dibiarkan “tidur”  ka rena kering hingga tidak bisa ditanami apapun. “Tidak ada airnya, daripada rugi mending dibiarkan saja,” ujar Muhirin, 63, salah seorang petani setempat.

Menurut Muhirin, di Desa Wringinpitu lahan pertanian yang  “tidur” dan tidak bisa ditanam selama musim kemarau itu sangat luas. “Tidak ada air, sungai juga  kering,” ungkapnya kepada Jawa  Pos Radar Genteng. Kekeringan hingga membiarkan sawahnya “tidur panjang” itu, jelas dia, sebenarnya selalu terjadi setiap musim kemarau.

Loading...

Selama ini warga hanya mengandalkan air hujan dan enam titik sumur bor yang ada di desanya. “Sumur bor tidak bisa mengatasi,” katanya. Hal senada juga diungkapkan Gimun, 58. Petani asal Desa  Wringin pitu ini menyebut musim  ketiga atau musim kemarau selalu menjadi momok bagi petani di  desanya.

Selama satu musim dipastikan tidak bisa menanam  apapun di sawahnya. “Kita kerja  seadanya,” cetusnya. Kepala Desa Wringinpitu, Budi Eko Purnomo, mengakui jika musim kemarau tiba, lahan pertanian di desanya banyak yang gersang dan kering.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2