Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
Sosial  

Ratusan Penambang Naik Ijen

Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda

BANYUWANGI – Setelah enam bulan tak bekerja, para penambang belerang di Gunung Ijen tampaknya sudah tidak mampu menahan diri lagi. Meski status gunung dengan ketinggian 2,386 meter di atas permukaan laut (dpl) tersebut masih waspada (level II), mereka kini sudah mulai menambang. Jadi, para penambang tidak menghiraukan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung. Padahal, sebelumnya, PVMBG menegaskan agar wilayah di radius satu kilometer (km) dari kawah aktif Gunung Ijen steril dari aktivitas manusia.

Informasi yang berhasil di kumpulkan wartawan koran ini menyebutkan, dari 397 penambang yang bekerja di PT. Candi Ngrimbi, 115 orang di antaranya sudah mulai bekerja sejak Senin pekan lalu (14/5). Mereka nekat menambang karena tidak memiliki pekerjaan lain. Apalagi, larangan mendaki gunung Ijen sudah berlangsung lama, yakni sejak Desember 2011. Kepala Bagian Keuangan PT. Candi Ngrimbi, Budiyo Prawito, membenarkan adanya aktivitas para penambang itu. Dikonfirmasi kemarin (21/5), dia mengakui bahwa ratusan penambang belerang sudah kembali bekerja.

 “Kemarin (Minggu, 20/5) sebanyak 132 penambang sudah mulai bekerja,” ujarnya. Menurut Budiyo, para penambang nekat bekerja semata-mata demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu, ratusan penambang juga menganggap Gunung Ijen sudah aman lantaran sudah banyak wisatawan yang mendekati kawah. “Sebelum para penambang bekerja, sudah banyak wisatawan yang mendaki hingga kawah,” katanya. Sekadar diketahui, sejak 18 Desember 2011 lalu status Gunung Ijen dinaikkan dari waspada (level II) menjadi siaga (level III).

Akhir Januari sampai awal Februari 2012, aktivitas gunung api aktif yang satu ini menurun. Pada tanggal 8 Februari, status gunung tersebut diturunkan dari siaga menjadi waspada. Namun, awal Maret lalu aktivitas Gunung Ijen kembali menjadi siaga. Nah, sejak 13 Mei lalu status Gunung Ijen kembali turun satu tingkat. Status siaga (level III) diturunkan menjadi waspada (level II) karena temperatur kawah gunung tersebut turun.

Selain itu, intensitas kegempaan vulkanik dalam sebulan terakhir juga menurun, baik gempa vulkanik dalam, gempa vulkanik dangkal, maupun tremor vulkanik. Meski demikian, PVMB tetap merekomendasikan agar warga tidak memasuki wilayah di radius satu kilometer dari kawah aktif gunung tersebut. (radar)