Rendi Potong Rambut Sendiri

0
498
JADI SAKSI: (Dari kiri) Iqbal, Rezi, Rizal, dan Aldi saat berada di mapolsek gambiran kemarin (25/4)
JADI SAKSI: (Dari kiri) Iqbal, Rezi, Rizal, dan Aldi saat berada di mapolsek gambiran kemarin (25/4)

Dipotong Pakai Pisau Cukur Jenggot


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GAMBIRAN – Langkah yang dilakukan Lukman Hakim, 38, membawa persoalan yang menimpa anaknya, Rendi Setiawan, 9, ke jalur hukum mulai menuai reaksi. Pasalnya, laporan kepada polisi yang menyatakan bahwa rambut Rendi petal dan kulit kepalanya berdarah akibat dicukur menggunakan silet oleh Poniran, wali kelasnya, dinilai mengada-ada.

Pihak sekolah menyayangkan langkah Lukman yang justru mengakibatkan hubungan guru dan murid terganggu itu. Buktinya, beberapa hari terakhirRendi tidak masuk sekolah. Akibatnya, kasus itu menjadi perhatian khusus Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) PGRI Banyuwangi.

“Sebagai pendidik, tentu kami tidak akan dendam kepada murid dan wali murid. Kami mempersilakan Rendi bersekolah seperti biasa. Kami akan menyambutnya dengan tangan terbuka,” ujar Wahyudi, ketua LKBH PGRI, saat dikonfirmasi di kantor UPTD Pendidikan Gambiran kemarin (25/4).

Loading...

Wahyudi menerangkan, laporan yang dilayangkan Lukman hanya berdasar asumsi pribadi. Sebab, pihaknya telah melakukan penelusuran dengan cara mendengar keterangan Rendi, beberapa rekan sekelasnya, dan Poniran. Hasilnya, mereka sama-sama megatakan bahwa sang guru tidak pernah mencukur muridnya itu dengan silet, apalagi sampai berdarah.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2