Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Ressa ‘Anak Kandung’ Denada Pilih Tak Kerja Usai Baca Komentar Warganet

ressa-‘anak-kandung’-denada-pilih-tak-kerja-usai-baca-komentar-warganet
Ressa ‘Anak Kandung’ Denada Pilih Tak Kerja Usai Baca Komentar Warganet

detik.com

Banyuwangi

AL Ressa Rizky Rossano (24) sudah 3 hari ini meliburkan diri bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam dengan gaji Rp 1,5 juta per bulan di Banyuwangi. Ressa disebut sedang menenangkan diri setelah ramai tudingan warganet mengenai dirinya.

Setelah namanya ramai diperbincangkan, Ressa sempat menghilang dari aktivitas publik. Menurut tim kuasa hukumnya, Ressa tengah menenangkan diri setelah membaca berbagai komentar warganet yang menuding perjuangannya menuntut hak sebagai bentuk pemerasan terhadap Denada.

“Masih menenangkan diri, karena dia membaca sejumlah komentar yang menyebut dia mau cari untung dari profesi Denada,” kata Ronald, salah satu tim kuasa hukum Ressa saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (14/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tengah sorotan publik atas pengakuannya sebagai anak biologis Denada, Ressa menjalani hidup sederhana di Banyuwangi. Dia bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam dengan gaji Rp 1,5 juta per bulan demi menyambung hidup.

Pemuda itu sempat menjalani profesi sebagai pengemudi ojek online sebelum akhirnya bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam di Kecamatan Kota Banyuwangi. Setiap hari ia bekerja selama 8 jam dengan gaji Rp 1.500.000 per bulan.

Sejak namanya ramai diperbincangkan di media sosial usai mengungkap identitas dirinya sebagai anak biologis Denada, Ressa meliburkan diri dari pekerjaannya sejak Minggu (11/1). Ini seperti disampaikan rekan kerja yang menggantikan Ressa, Astmal. Astmal mengatakan bahwa Ressa tidak memberikan keterangan jelas terkait alasan absennya.

“Saya tidak tahu kenapa libur, tapi katanya belum bisa kerja sejak hari Minggu kemarin,” terang Astmal, Selasa (13/1/2026).

Astmal menyebutkan Ressa bertanggung jawab menjaga satu dari empat toko yang dimiliki bosnya. Sistem kerja dilakukan secara bergantian selama delapan jam per hari. Ia menyebutkan bahwa besaran gaji yang diterima Ressa tidak jauh berbeda dengan dirinya yakni antara Rp 1.200.000 hingga Rp 1.500.000 setiap bulan.

Pada saat mengambil libur, ada konsekuensi pemotongan gaji yang harus diterima Ressa dan Astmal. Setiap hari Ressa harus rela dipotong gaji puluhan ribu bila memutuskan mengambil libur.

“Sama lah seperti saya ya, kalau gak kerja sehari ya dipotong Rp 50.000,” ungkap Astmal.

Ressa bekerja di toko kelontong tersebut sejak Agustus 2025. Pekerjaan itu ia jalani setelah tidak lagi memiliki kendaraan untuk melanjutkan profesi sebagai pengemudi ojek online.

20D

(auh/dpe)