Ribuan Yatim Sebar Impian di Pohon

0
95

bupati-abdullah-azwar-anas-dan-ny-dani-anas-berbaur-bersama-ribuan-anak-yatim-di-pendapa-sabha-swagata-blambangan-banyuwangi-kemarin

BANYUWANGI – Ribuan anak yatim berkumpul di kompleks Pendapa Sabha Swagata Blambangan kemarin (19/11). Seharian ribuan yatim itu sengaja disenangkan oleh Pemkab Banyuwangi dalam kegiatan bertajuk Festival Anak Yatim.

Tak pelak, ribuan wajah anak yatim  menyemburkan keceriaan selama Festival Anak Yatim ber langsung. Seribu lebih anak yatim yang hadir di kompleks pen dapa langsung  memasang senyum gembira. Terlebih, mereka disambut langsung  Bupati Abdullah Azwar Anas dan   beberapa tokoh Banyuwangi.

Sejak tengah hari kemarin, ribuan anak yatim dari seluruh kecamatan  sudah tiba di sekitar area pendapa. Mereka berkumpul di Taman Sri  Tanjung sambil didampingi  pengasuh. Di halaman pendapa, beberapa permainan anak lengkap tersedia.

Ada permainan trampoline dan area balon playground pun sudah tersedia. Hal itu sempat membuat beberapa anak seolah tak sabar dan  ingin segera bermain. Begitu Bupati Anas tiba, ribuan anak yatim berbaju putih itu langsung berbaris rapi bersama para pendamping masing-masing.

Satu per satu anak yatim masuk ke dalam Pendapa melalui pintu  sisi barat.  Di sana mereka langsung disambut Bupati Anas, Ny. Ipuk Festiandani Anas, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi, Samsudin Adlawi, Ketua MUI Banyuwangi, KH. Moh Yamin, dan Sekkab Djadjat Sudradjat.

Satu per satu anak yatim memperoleh uang dan bingkisan berisi makanan ringan. Tak hanya itu ada tiga tokoh kartun anak-anak yang kemudian membagikan balon-balon berwarna biru untuk anak-anak. Ada balon Pikachu, Pororo, hingga balon Mini Mouse.

Sambil menanti antrean panjang,  para anak yatim dihibur dengan musik rohani Islam yang dilantunkan di dekat pintu masuk. Sementara di sisi selatan, sebuah papan bergambar dahan-dahan pohon juga disediakan untuk ditempeli kertas-kertas impian oleh anak-anak.

Mereka yang ingin menempelkan impiannya diberikan kertas berwarna warni yang kemudian diisi cita-cita  mereka. Ada yang menulis ingin  jadi dokter, jadi polisi, jadi guru, hingga bercita-cita ingin jadi pilot. Revan Firmansyah,8, anak yatim asal Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, mengatakan dirinya sangat senang bisa ikut berkumpul pada hari itu.

Selain mendapatkan uang dan balon, sulung dari tiga bersaudara itu tidak sabar ingin berkeliling pendapa untuk bermain-main. “Saya tadi juga mengisi pohon harapan. Saya nanti kalau sudah besar ingin jadi  dokter,” ujar bocah ayahnya  meninggal dunia setahun lalu itu.

Hasil pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, usai acara festival anak yatim, beberapa anak yang  duduk di atas karpet berwarna cokelat depan pendapa itu langsung menyerbu beberapa stan makanan gratis yang disediakan Pemkab Banyuwangi.

Ada stand es krim, bakso, batagor, hingga stan mi ayam. Ada juga  stan yang menyediakan menu mi pangsit, gado-gado, soto, es degan, es dawet, hingga es buah. Selain itu, masih banyak lagi  stand makanan lainnya. Dan bisa ditebak, es krim menjadi yang paling laris diserbu anak-anak.

Anak-anak yang sudah kenyang, kemudian berpindah ke jalan raya di depan pendapa untuk  memainkan beberapa permainan  tradisional dan modern. Raut bahagia tampak terlihat dari wajah mereka saat memainkan bola dum, istana balon, monopoli, scooter matic, sampai nonton film bersama.

Dalam festival Anak Yatim kali ini, selain memberikan santunan dan fasilitas permainan di Pendapa, sebelumnya anak-anak  yatim ini juga telah mengikuti  serangkaian kegiatan. Ada kegiatan wisata edukasi ke kantor Pemkab Banyuwangi, kunjungan  ke Bandara Blimbingsari, sekolah pilot, dan mengunjungi perusahaan pembuatan kapal laut.

Selain itu, mereka juga telah beradu kemampuan dalam bidang tartil Alquran tingkat SD/MI, lomba cipta dan baca puisi Using untuk siswa SMP sederajat, serta kegiatan gali potensi dan prestasi anak yatim tingkat SMA.  (radar)

Loading...