Rumah Warga dan Sekolah Tergenang

0
175

rumahBANYUWANGI – Lingkungan Klatakan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi dilanda banjir sore kemarin (10/3). Sebuah rumah dan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tergenang dengan ketinggian air sekitar satu meter. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Taufi q beserta istri dan anaknya yang sempat terjebak dalam rumah, berhasil menyelamatkan diri setelah ditolong warga.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Airnya tinggi sekali, dan arusnya cukup keras,” terang Taufi q sambil menunjuk genangan air setinggi pinggang orang dewasa Banjir yang terjadi di Dusun Klatakan ini terjadi sekitar pukul 15.00. Sore itu hujan memang turun dengan derasnya. Air sungai yang biasanya tidak dialiri air, tiba-tiba meluap. “Barang-barang yang di rumah basah, lumpur juga banyak yang masuk,” katanya.

Selain rumah warga, luapan air sungai itu juga menyebabkan gedung PAUD Al Husna yang berada di sebelah rumah Taufiq, ikut tergenang. Semua buku, kitab, karpet, meja dan kursi yang ada di sekolah ini rusak terkena air. “Tempat mainan di depan gedung PAUD juga rusak,” ujar Ketua RT setempat, Supriyanto. Supriyanto menyebut, sungai di tepi Perumahan Permata Klatak itu sebenarnya tidak pernah banjir. Malahan, sungai itu lebih banyak kering setiap harinya.

“Hujan di wilayah barat sangat deras, dan airnya mengalir ke sungai hingga meluap,” cetusnya. Meski tidak ada korban jiwa, lanjut Supriyanto, banjir yang menimpa wilayahnya ini telah banyak menyebabkan kerusakan. Selain tempat main bagi siswa PAUD, jembatan menuju sekolah juga ambrol. “Tanah di sekitar jembatan juga longsor,” katanya. Selain menyebabkan banjir di sekitar Lingkungan Klatakan, Kelurahan Klatak, hujan deras yang turun sejak pukul 14.00 itu juga banyak menyebabkan ruas jalan di pusat Kota Gandrung banjir.

Di antara jalan yang banjir itu seperti di Jalan Yos Sudarso, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan DI Panjaitan. “Kalau hujan, mesti banjir,” sebut Ayub, warga Jalan Basuki Rahmat Banyuwangi. Menurut Ayub, banjir yang sering terjadi di Jalan Basuki Rahmat ini sebagian besar karena kiriman dari  erkampungan di sebelah barat kawasan tersebut. Selain itu, selokan yang ada di tepi jalan juga tidak mampu menampung air hujan yang cukup tinggi. “Selokan tidak pernah dibersihkan, mungkin buntu,” jelasnya.

Selain menyebabkan banjir, hujan deras juga membuat pohon Sono Kembang yang ada di Jalan KH Wahid Hasyim tumbang. Pohon ayoman itu ambruk karena di bagian bawah sudah keropos. “Tumbang saat hujan deras yang disertai angin besar,” sebut Andi, warga Jalan Wahid Hasyim. Pohon yang tumbang hingga melintang di jalan raya yang lokasinya tidak jauh dengan Simpang Lima itu sempat mengganggu arus lalu lintas. Untungnya, warga sekitar cepat bertindak dengan membersihkan pohon yang tumbang ke jalanan tersebut.  (radar)

Loading...