Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Rupiah dan IHSG Tertekan, Media Asing Soroti Demo Rusuh DPR

rupiah-dan-ihsg-tertekan,-media-asing-soroti-demo-rusuh-dpr
Rupiah dan IHSG Tertekan, Media Asing Soroti Demo Rusuh DPR

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Gejolak sosial politik di Tanah Air berimbas langsung ke pasar keuangan.

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sama-sama terjun bebas. Kondisi ini bahkan menjadi sorotan media asing seperti Reuters dan Forbes.

Dalam laporannya, Reuters menulis tajuk Indonesia Stocks, Rupiah Dive as Political Unrest Jolts Investors.

Media asal Inggris itu menyebut saham-saham Indonesia merosot dan nilai rupiah melemah seiring dengan bentrokan demonstrasi anti-pemerintah di sekitar Gedung DPR Jakarta. Ribuan pekerja turun ke jalan menuntut kenaikan upah dan penurunan pajak.

Baca Juga: Siapa Salsa Erwina? Influencer Cerdas Lulusan UGM yang Tantang Debat Ahmad Sahroni Soal DPR

Forbes pun menyoroti hal serupa. Media bisnis ternama itu menuliskan ketegangan politik di Indonesia berpotensi terus menekan saham serta rupiah. Terlebih, derasnya arus keluar modal asing memperburuk situasi.

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (29/8), rupiah ditutup melemah 0,90 persen ke level Rp16.499,50 per dolar AS. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS justru menguat 0,12 persen ke posisi 97,93.

Kondisi di lantai bursa juga tak kalah muram. IHSG anjlok 1,53 persen atau 121,59 poin ke level 7.830,49. Indeks sempat menyentuh titik terendah di 7.765,59 sebelum akhirnya ditutup di zona merah.

Baca Juga: Bocor! Gaji DPR RI Tembus Rp230 Juta per Bulan, 42 Kali Lipat UMR Jakarta

Dari total perdagangan, 610 saham melemah, 122 saham menguat, sementara 70 lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.211 triliun.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah belum akan berhenti.

“Ketegangan sosial politik sejak Kamis lalu masih akan berlanjut. Apalagi muncul isu tunjangan rumah untuk DPR yang makin memicu kecemburuan publik,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, meninggalnya seorang pengemudi ojek dalam bentrokan dengan aparat menjadi pemicu kemarahan publik.

Baca Juga: Hendropriyono Bongkar Dugaan Aktor Asing Tunggangi Demo DPR!


Page 2


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Gejolak sosial politik di Tanah Air berimbas langsung ke pasar keuangan.

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sama-sama terjun bebas. Kondisi ini bahkan menjadi sorotan media asing seperti Reuters dan Forbes.

Dalam laporannya, Reuters menulis tajuk Indonesia Stocks, Rupiah Dive as Political Unrest Jolts Investors.

Media asal Inggris itu menyebut saham-saham Indonesia merosot dan nilai rupiah melemah seiring dengan bentrokan demonstrasi anti-pemerintah di sekitar Gedung DPR Jakarta. Ribuan pekerja turun ke jalan menuntut kenaikan upah dan penurunan pajak.

Baca Juga: Siapa Salsa Erwina? Influencer Cerdas Lulusan UGM yang Tantang Debat Ahmad Sahroni Soal DPR

Forbes pun menyoroti hal serupa. Media bisnis ternama itu menuliskan ketegangan politik di Indonesia berpotensi terus menekan saham serta rupiah. Terlebih, derasnya arus keluar modal asing memperburuk situasi.

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (29/8), rupiah ditutup melemah 0,90 persen ke level Rp16.499,50 per dolar AS. Pada saat bersamaan, indeks dolar AS justru menguat 0,12 persen ke posisi 97,93.

Kondisi di lantai bursa juga tak kalah muram. IHSG anjlok 1,53 persen atau 121,59 poin ke level 7.830,49. Indeks sempat menyentuh titik terendah di 7.765,59 sebelum akhirnya ditutup di zona merah.

Baca Juga: Bocor! Gaji DPR RI Tembus Rp230 Juta per Bulan, 42 Kali Lipat UMR Jakarta

Dari total perdagangan, 610 saham melemah, 122 saham menguat, sementara 70 lainnya stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.211 triliun.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah belum akan berhenti.

“Ketegangan sosial politik sejak Kamis lalu masih akan berlanjut. Apalagi muncul isu tunjangan rumah untuk DPR yang makin memicu kecemburuan publik,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, meninggalnya seorang pengemudi ojek dalam bentrokan dengan aparat menjadi pemicu kemarahan publik.

Baca Juga: Hendropriyono Bongkar Dugaan Aktor Asing Tunggangi Demo DPR!