Sampah Melimpah, Umur TPSA Tinggal Tiga Tahun

0
362

BANYUWANGI – Pembangunan tempat pembuangan sam-pah akhir (TPSA) tampaknya
menjadi salah satu kebutuhan mendesak Pemkab Banyuwa-ngi. Bagaimana tidak, TPSA Bu-lusan di Kecamatan Kalipuro se-lama ini menjadi satu-satunya tumpuan lokasi pembuangan sampah warga Kota Gandrung. Kini, TPSA tersebut diprediksi hanya mampu menampung sampah warga Banyuwangi dan sekitarnya selama tiga tahun.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Arif Seti-awan mengatakan, volume sampah yang dihasilkan warga seputar kota Banyuwangi plus warga Kecamatan Rogojampi, Muncar, dan Genteng, menca-pai 500 ton per hari. Karena itu, daya tampung TPSA Bulusan diprediksi akan habis pada ta-hun 2015 mendatang.

Menurut Arif, DKP memer-lukan lahan seluas lima hektare lebih untuk pembangunan TPSA baru. “Harapan kami, la-han tersebut sudah disediakan tahun 2014. Sebab, secara tek-nis, pembangunan TPSA tidak serta-merta jadi. Perlu detail desain dan lain sebagainya,” ujarnya saat dikonfirmasi dikantor DPRD kemarin (17/9).Arif menjelaskan, pembuangansampah di TPSA Bulusan meng-gunakan sistem gali lubang

Loading...

Usai digali, sampah yang be-ra da di lapisan atas diolah men jadi pupuk kompos. “Sedangkan lubang yang baru di-gali diperkirakan hanya akan mampu menampung sam pah yang dihasilkan warga se lama tiga bulan. Setelah itu, per lu membuat lubang baru,” te rang nya.

Banyuwangi sebenarnya me-miliki tiga unit TPSA. Selain TPSA utama di Kelurahan Bu-lu san, Kecamatan Kalipuro, ma sih terdapat dua TPSA alter-natif di tempat lain, yaitu TPSA Glowong di Kecamatan Gam-biran, dan TPSA Gembleng di Kecamatan Rogojampi. “Na-mun, TPSA Glowong hanya me nampung sampah warga Kecamatan Gambiran, dan TPSA Gembleng sementara masih ditutup,” terang Arif.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2