Santri Ponpes INSAT Muhammadiyah Banyuwangi Ciptakan Robot Pemadam Kebakaran

0
237
Foto: jatimtimes

BANYUWANGI – Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Internasional Sains dan Teknologi (INSAT) Muhammadiyah Banyuwangi mampu menciptakan robot untuk membantu dan mempermudah pekerjaan manusia.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari jatimtimes, robot buatan santri yang rata-rata berumur 14 tahun tersebut memiliki fungsi ganda, yakni bisa memadamkan api sekaligus memungut sampah.

“Pembuatan robot pemadam kebakaran dan pemungut sampah ini berawal dari peristiwa kebakaran yang terjadi di lingkungan kita. Jika terjadi kebakaran ada kalanya petugas kebakaran yang turut menjadi korban,” kata Ustaz Ajuslan Kerubun, Direktur Ponpes INSAT Muhammadiyah Banyuwangi, Rabu (1/5/2019).

“Atas keprihatinan itulah muncul ide untuk menggantikan tugas-tugas yang dilakukan petugas pemadam kebakaran dengan robot,” imbuhnya.

Proses pembuatan robot ini membutuhkan waktu sekitar 2 bulan lamanya. Satu robot dikerjakan lima orang santri yang masih duduk di kelas VIII. Langkah awal adalah pembuatan desain robot dengan aplikasi di komputer. Setelah desain selesai kemudian mulai dilakukan perakitan.

“Biaya untuk dua robot ini sekitar Rp 7 juta. Bahan-bahannya ada yang dibeli, ada juga yang dibuat oleh anak-anak sendiri dari bahan-bahan bekas. Sehingga bisa lebih menghemat biaya,” kata Ustaz Ajuslan Kerubun.

Secara umum robot ini terbagi dalam empat bagian penting. Pertama, bagian utama untuk memberikan perintah kepada robot.

Kedua, bagian kontrol yang berfungsi untuk mengontrol robot sesuai keinginan. Ketiga, bagian- bagian penjepit yang berfungsi untuk mengambil sampah dan bagian terakhir adalah pemadam api.

“Pondok Pesantren INSAT Muhammadiyah memang memberikan Sains dan Teknologi agar anak Indonesia khususnya yang di Pondok Pesantren mengenal tekhnologi. Karena saat ini tren yang berkembang di Pondok Pesantren itu cuma mengaji dan membaca kitab. Kami berusaha mencoba mengembangkan tekonologi dengan robot,” terangnya.

Bima Hatta (14) salah seorang santri yang ikut menciptakan robot ini menyatakan, pembuatan desain robot dilakukan untuk menentukan penempatan komponen-komponen robot. Agar posisi peletakan komponen tidak memakan tempat dan tidak membuat bingung.

“Kemudian dilakukan perakitan hingga menjadi bentuk robot seperti ini,” ujarnya.

Loading...

Jual Permen SOLOCO Obat Kuat Bandung COD 087722250111

Jual Permen SOLOCO Obat Kuat Bandung COD 087722250111

Bandung COD – Hp : 0877-2225-0111 Jual Permen SOLOCO Asli Di Bandung | Agen Permen SOLOCO Obat Kuat Bandung |…
05/17/2019
bandung