Sehari Layani 2.000 Pelangggar

0
1773
Warga berdesakan mengambil surat tanda nomor kendaraan bermotor di kantor Kejaksaan Negeri Banyuwangi, kemarin (28/9).

BANYUWANGI – Sedikitnya 2.000 warga berjubel di kantor Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Banyuwangi, kemarin (28/9). Mereka bukan berdemo, melainkan antre mengambil surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK) yang ditahan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ribuan warga berjubel sejak pukul 07.00. Mereka datang dari seluruh pelosok pedesaan di Banyuwangi. Banyaknya warga yang mengambil STNK tersebut karena pada Kamis lalu (21/9) bertepatan dengan hari libur nasional. Sehingga, bagi para pelanggar yang mengikuti e-tilang menumpuk.

“Jumlahnya sekitar dua ribuan pelanggar,” ungkap Kasi Pidana Umum Kejati Banyuwangi, Budi Hartono. Pengambilan STNK tersebut dibuka seminggu sekali setiap hari Kamis. Setiap minggunya, jumlah pelanggar berkisar 500 orang. Namun Jumlah itu fluktuatif, tergantung dari penindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Jumlahnya bisa jadi masih tinggi, karena masih fluktuatif dan kisarannya di angka 500-an pelanggar setiap minggunya,” jelas Budi. Uang hasil denda tilang kendaraan bermotor yang telah diputuskan oleh PN Banyuwangi itu, jelas Budi, langsung disetor ke bank.

Loading...

Semua uang disetor ke kas negara melalui bank. Sebab, semua uang tersebut merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Tidak hanya uang denda tilang, uang hasil perkara pidana, tipiring, dan uang hasil rampasan juga langsung disetor ke kas Negara melalui bank.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last