Beranda Sosial Sehektare Dapat 7,9 Ton

Sehektare Dapat 7,9 Ton

0
335

KALIPURO – Sistem tanam pola baru ini layak ditiru para petani Banyuwangi. Teknologi pola tanam jajar legowo dengan jarak 20 cm –
10 cm – 40 cm tersebut terbukti ampuh; tahan wereng dan menghasilkan padi lebih banyak. Seperti yang dilakukan petani padi nonhibrida di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, kemarin (4/5). Produksi padi nonhibrida yang biasanya hanya 6,5 ton per hektare (ha), dengan pola  jajar legowo, petani di Desa Ketapang mampu menghasilkan padi 7,9 ton per ha.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Teknologi  jajar legowo merupakan sistem tanam yang sedang dikembangkan Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (PKP)  Banyuwangi. Teknologi pola tanam tersebut memiliki keunggulan tahan terhadap wereng batang cokelat. Kepala Dinas PKP Banyuwangi, Ikrori Hudanto menjelaskan, teknologi  jajar legowo menggunakan pola tanam 20-10 dan 40 cm. Selama ini, petani menggunakan pola lama, yaitu 20 cm – 20 cm – 20 cm. “Sistem jajar legowo lebih tahan wereng karena jaraknya tidak terlalu mepet,” jelasnya.

Ikrori menjelaskan, sistem ta-nam 20-10-40 cm memudah-kan angin masuk di sela-sela tanaman. Lantaran angin l-luasa masuk, maka wereng tidak akan berkembang biak. “Wereng tidak kuat terhadap tiupan angin,” ujar pejabat yang juga penggemar batu mulia tersebut. Dia menambahkan, sistem tersebut akan menguntungkan petani. Selain tanaman padi akan kebal wereng, populasi tanamannya akan lebih ba-nyak 30 persen daripada menggunakan sistem lama.Bahkan, hasil produksi padi meningkat daripada menggu-nakan sistem lama.

Loading...

Kalau menggunakan sistem tanam 20-20-20 cm, lahan satu hektare hanya menghasilkan 6,5 ton padi. “Tapi kalau menggunakan sistem 20-10-40 cm, pro-duksinya naik menjadi 7,9 ton,” imbuh Hariyono, ketua Ga-bungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Kalipuro. Dia menambahkan, berkat sistem baru itu petani Desa Ke-tapang tidak ada yang gagal panen karena serangan wereng. Sayangnya, belum semua petani di Desa Ketapang mau menggunakan sistem tanam jejer legowo tersebut. Sekadar diketahui, Desa Ketapang me-miliki luas sawah sekitar 93 ha.

Mereka yang menggunakan sistem tanam jejer legowo baru sekitar 80 persen. Sementara itu, panen raya dengan sistem jejer legowo di-lakukan Bupati Abdullah Az-war Anas dan Komandan Kodim 0825 Banyuwangi Letkol Muslimin Fasyah di Desa Ke-tapang kemarin.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!