Semalam Dua Kecelakaan Maut Terjadi di Kota Banyuwangi

0
1391

Mobil-Xenia-yang-dihantam-sebuah-bus-saat-dievakuasi-di-sebelah-Pos-KTL-Cungking,-kemarin

BANYUWANGI – Dua kecelakaan maut dengan waktu hampir bersamaan terjadi di kota Banyuwangi Minggu dini hari kemarin (3/4). Kecelakaan pertama pukul 00.30 yang terjadi di Simpang Lima Banyuwangi. Kecelakaan ini melibatkan  sepeda motor melawan mobil sedan merek Timor.

Selang beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 03.00, kecelakaan lalu lintas kembali terjadi. Kali ini terjadi di perempatan Cungking, Kecamatan Giri. Kecelakaan melibatkan mobil Xenia warna silver dengan sebuah bus  Ladju.

Dari dua peristiwa itu,  tidak sampai merenggut nyawa. Hebatnya, kendati sama-sama berlangsung tragis, seluruh penumpang kendaraan selamat dari maut. Beberapa korban hanya mengalami luka-luka akibat benturan yang sangat keras.

Informasi yang yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi, kecelakaan di Simpang Lima yang melibatkan satu motor dan  mobil Timor dengan nomor polisi P 895 DC terjadi di tengah jalan. Mobil Timor warna biru tua yang  bergerak dari arah selatan tiba-tiba  saja dihantam pengendara motor dari arah utara.

Saat itu, mobil Timor yang bergerak  dari arah selatan melaju pelan lantaran lampu sudah berwarna hijau. Entah karena terburu-buru atau memang melanggar, pengendara motor yang bergerak dari arah utara  itu tetap saja melaju ke arah selatan, padahal saat itu warna traffic light sedang berada pada posisi warna merah.

”Kami tadi melaju ke arah utara (Jalan dr Soetomo) karena warna lampu sudah hijau. Motor dari arah utara itu tiba-tiba menabrak kami, padahal posisi lampu di traffic light sebelah utara masih menyala merah,” ujar salah satu penumpang mobil Timor yang  tak mau disebutkan namanya.

Akibat benturan yang sangat keras itu, satu sepeda motor yang ditunggangi dua orang ini langsung terpental dan ringsek. Mobil  Timor warna biru juga langsung ringsek di bagian depan kiri kendaraan. Pengendara motor informasinya  mengalami patah kaki. Sementara empat penumpang  mobil Timor satu laki-laki dan  tiga perempuan tidak mengalami luka sama sekali.

Korban luka langsung diantar ke rumah sakit. Sementara untuk kendaraan yang terlibat kecelakaan langsung dipinggirkan ke tepi jalan oleh warga sekitar. Selanjutnya, kedua kendaran itu langsung diamankan ke Kantor Unit Laka  Polres Banyuwangi guna penyelidikan lebih lanjut.

Kecelakaan ini sempat membuat macet arus lalu lintas di sekitar Perliman lantaran banyak warga bergerombol di sekitar mobil Timor yang ringsek. Selang beberapa jam tepatnya pukul 03.00 kecelakaan kembali terjadi. Kali ini terjadi di perempatan Cungking.

Loading...

Kecelakaan kedua ini melibatkan satu unit mobil Xenia silver dengan satu  unit bus Ladju dengan nopol N-7713-UW. Informasi yang diperoleh, Xenia silver dengan nomor polisi W 943 PU ini berjalan dari arah timur menuju ke barat. Saat kendaraan yang berisi 7 orang ini berada di tengah perempatan, datang bus Ladju dari arah  selatan. Benturan antara dua kendaraan ini pun tidak bisa  dihindarkan.

Bagian depan bus menghantam bagian samping Xenia hingga ringsek. Beruntung, 7 penumpang yang berada di   dalam Xenia itu terhindar dari maut. Seluruh penumpang mobil  itu hanya mengalami luka-luka.

”Xenia ini mau menuju ke  kawasan wisata Gunung Ijen. Mungkin karena dia bukan orang Banyuwangi jadinya dia tidak hati-hati saat melintas di Cungking dan langsung melaju ke arah barat saja tanpa menghiraukan kendaraan dari selatan dan utara. Tidak ada korban jiwa, semuanya selamat,” jelas Iptu Kateno, Kanit Laka Polres Banyuwangi.

Data yang diperoleh Jawa Pos radar Banyuwangi, pengemudi bus Ladju yang bernama Jumain,  38 warga Kecamatan Pakusari, Jember selamat dan tidak mengalami luka sama sekali. Ego Eka,  27, penumpang Xenia warga Dusun Menyanggong, Kecamatan Taman, Sidoarjo lebam di kepala depan dan bibir robek.

Gufron,  27, penumpang Xenia warga Kecamatan Genteng, Surabaya mengalami patah tulang kaki dan kepala benjol. Pradana, 26 penumpang Xenia  warga Ketandan Baru, Kecamatan Genteng, Banyuwangi mengalami patah tulang rusuk.

Muhammad Zulham, 23 penumpang Xenia warga Kecamatan, Krembangan, Surabaya mengalami patah tulang kaki kanan. Wisnu Ainul Yakin, 27 penumpang Xenia warga Kecamatan Waru, Sidoarjo mengalami patah tulang kaki dan Achmad Kurniawan, 39  pengemudi mobil Xenia warga Keputeran Panjuran, Surabaya  hanya mengalami luka ringan saja.

Kateno menambahkan, selain kurang hati-hati dari para pengendara, jam operasi traffic light yang ada di perempatan Cungking  ini juga perlu ditambah. Sebab, traffic light yang ada di perempatan Cungking ini sejak pukul 22.00 sudah tidak beroperasi lagi, lampu kuning berkedip saja yang beroperasi. Seperti diketahui,  di perempatan Cungking itu merupakan jalur kendaraan besar  seperti truk dan bus melintas.

”Lampu merah di Cungking itu seharusnya 24 jam beroperasi. Sebab, meski malam hari kendaraan yang melintas di perempatan Cungking itu masih ramai. Ini juga untuk menghindari kecelakaan terjadi di kemudian hari,” tegas Kateno.

Sementara itu, sebuah mobil Avanza bernopol P 998 VE kemarin (3/4) siang terguling di depan Istana Gandrung, Kelurahan Kedayunan, Kecamatan  Kabat. Mobil yang ditumpangi dua orang itu masuk ke dalam  parit setelah sebelumnya menghantam tiang listrik yang berada  di pinggir jalan.

Beruntung kedua korban tersebut selamat dan hanya mengalami luka ringan. Berdasarkan keterangan saksi mata, kejadian kecelakaan tunggal tersebut pukul 14.00. Saat itu mobil Avanza berwanrna silver melaju dari arah utara dengan kecepatan sedang.

Saat akan melewati tingkungan di sebelah utara Istana Gandrung, tiba-tiba dari arah selatan melaju sepeda motor dan mobil Honda CRV dengan kecepatan tinggi. Sopir Avanza yang terkejut itupun langsung membanting  setir ke arah kiri untuk menghindari kecelakaan.

Akibatnya, mobil langsung menghantam tiang listrik dan terguling-guling sejauh 15 meter dari titik awal tabrakan. Menurut saksi mata, kedua korban yang ada di dalam kendaraan tersebut selamat. Aiptu Bambang  Laksono, salah seorang petugas Polsek Kabat yang    ada di lokasi mengatakan, peristiwa yang terjadi berlangsung cepat. Korban beserta surat-suratnya langsung ditangani oleh Unit LakaPolres Banyuwangi.

“Tadi juga langsung ada petugas Telkom yang  melihat kerusakan pada tiang-tiang. Kemungkinan kerugian material  mencapai Rp 50 juta kata mereka,”   ujar Bambang. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :