Sempat Membubung, Harga Telur Mulai Turun

0
15
Foto: Radar Banyuwangi – Jawa Pos

BANYUWANGI – Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang disalurkan Pemkab Banyuwangi kepada masyarakat miskin terdampak COVID-19 berpengaruh positif terhadap harga-harga bahan kebutuhan pokok di pasaran. Setidaknya itu tergambar dari fluktuasi harga telur ayam ras di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari Radar Banyuwangi – Jawa Pos, informasi yang berhasil dikumpulkan, harga telur ayam ras sempat membubung tinggi beberapa hari terakhir.

Pada akhir Juni lalu, tepatnya Selasa (30/6/2020) harga telur eceran ‘hanya’ sebesar 22 ribu per kilogram (kg). Sedangkan satu peti telur (isi 15 kg) dijual seharga Rp 315 ribu atau setara Rp 21 ribu per kilogram (kg).

Pada perkembangan selanjutnya harga telur terus merangsek naik hingga pertengahan bulan ini. Harga eceran telur sempat menembus Rp 24 ribu per kg dan harga per peti sebesar Rp 345 ribu atau Rp 23 ribu per kg. Harga itu sempat bertahan beberapa hari hingga Rabu lalu (15/7/2020).

Namun kemarin (17/7/2020) harga telur ayam ras turun cukup signifikan. Secara eceran telur dijual seharga Rp 23.200 per kg, sedangkan jika konsumen membeli satu peti, maka harga per kg telur tersebut dipatok sebesar Rp 22.200.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last