Seniman Banyuwangi Kecewa Ucapan Danang D’academy

32
1292

(dari-kanan)-Catur-Arum,-Condro-Banyu,-Mamang,-dan-Yon’s-DD,-menggelar-pertemuan-di-Pakis-Kalirejo-kemarin.

BANYUWANGI – Para seniman pencipta lagu Banyuwangi mengecam ucapan Pradana Dieva alias Danang yang dianggap merendahkan lagu-lagu Banyuwangi saat konser di Muncar beberapa waktu lalu. Hal itu dibeberkan dalam pertemuan para seniman, baik penyanyi maupun pencipta lagu, di rumah salah satu pencipta  lagu dan musisi, Mamang, di Pakis  Kalirejo kemarin (20/4).

Pertemuan sederhana tersebut dihadiri seniman senior, seperti  Yon’s DD, Ayonk Laros, Catur  Arum, dan Condro Banyu. Dalam pertemuan tersebut, mereka yang mewakili seniman musik Banyuwangi mengaku sangat kecewa dengan ucapan yang dilontarkan  Danang saat perform di Muncar.

“Kami sangat kecewa. Sebab, kalimat yang diucapkan oleh  Danang tersebut seolah meremehkan  lagu-lagu Banyuwangi,” ujar Catur Arum. Hal itu diketahui pertama kali  oleh kalangan pencipta lagu  melalui video yang diunggah di Youtube yang berjudul “Konser  Danang di Muncar”.

Dalam video tersebut Danang melontarkan kalimat, “Ketang lagu Banyuwangi iku C A minor D minor. Kabeh podo. Kelendi tawes yoh,” .Yon’s DD menilai kalimat tersebut seakan menghina lagu Banyuwangi. Seolah lagu Banyuwangi semua sama.

“Kata-katanya sangat sepele, tapi sangat menyinggung. Dikiranya lagu Banyuwangi semua sama. Padahal, lagu-lagu Banyuwangi sangat beragam. Sebagai pencipta lagu kami tersinggung,” katanya. Kekecewaan serupa juga disampaikan  Condro Bayu.

“Sekarang ini musik Banyuwangi sedang booming, malah dirusak dengan hal-hal seperti ini,” tambah Condro Bayu. Sementara itu, Mamang beranggapan dalam video tersebut Danang hanya berusaha menutupi kesalahan saat salah menyanyikan lagu. Waktu itu musisi memainkan lagu “Asmoro” yang dipopulerkan Demy, tapi Danang justru menyanyikan lagu  “Sewates Angen”.

Loading...

“Karena ditegur musisi dan penonton, mungkin Danang malu dan asal nyeletuk untuk menutupi kesalahan. Tapi seharusnya dipilah dulu kata-kata celetukannya itu. Kalau begini kan melecehkan namanya,” katanya. Para seniman itu pun menjelaskan notasi khas alias pakem musik Banyuwangi, yakni slendro.

Notasi slendro memang terbatas. Namun, dari notasi yang terbatas itu lahir ribuan lagu yang terkenal hingga ke luar Banyuwangi. Bahkan,  konon oleh lembaga nirlaba bergengsi Amerika Serikat, Smithsonian Institution, salah satu album lagu Banyuwangi dinobatkan  sebagai lagu paling unik di  dunia dan disimpan dalam museum dengan sangat terhormat.

“Notasi kita sebenarnya bukannya terbatas. Setiap alat musik pasti memiliki pakem notasi tersendiri. Walaupun notasi hanya itu-itu saja, buktinya kami bisa improvisasi  membuahkan banyak lagu,” ujar Ayonk Laros, perwakilan Asosiasi Pencipta Lagu Indonesia (APLI)  di Banyuwangi.

Hasil pertemuan itu disepakati akan dilaporkan secara tertulis kepada Dewan Kesenian Blambangan (DKB) dalam waktu dekat. Sementara ini mereka masih mempertimbangkan beberapa opsi sanksi yang akan diterapkan atas ucapan Danang tersebut, di antaranya meminta maaf selama  sebulan kepada masyarakat Banyuwangi, baik melalui media massa  maupun forum resmi.

Alternatif kedua adalah Danang tidak boleh menyanyi dan merekam, baik on air maupun off air, selama waktu  yang telah ditentukan. Hal itu perlu dilakukan agar tidak ada lagi pelantun lagu Banyuwangi dan dari mana pun yang mencoba menjatuhkan kesenian Banyuwangi.

Bagaimanapun  ucapan Danang, menurut  mereka, tidak bisa dibenarkan. Sebab, dalam video tersebut para seniman pencipta lagu itu menilai ekspresi Danang saat mengucapkan kalimat tersebut terlihat  jelas sangat meremehkan, seakan Banyuwangi memiliki lagu yang itu-itu saja dan tidak kreatif.

Dikonfirmasi terkait hal itu, nomor Danang berkali-kali dihubungi tidak aktif. Dihubungi melalui BlackBerry Messenger  (BBM) juga hanya centang. Sebagai syarat perimbangan jurnalistik, Jawa Pos Radar Banyuwangi berusaha menghubungi  dan melakukan konfirmasi melalui ibu Danang, Eva.

 

Saat dikonfirmasi, Eva menyampaikan bahwa Danang sudah mengetahui kabar tersebut. Namun demikian, dirinya tidak mau berkomentar lebih jauh terkait hal itu. “Saya tanya Mas Danang, ternyata dia sudah dengar. Biar itu urusan Mas Danang, saya tidak berani berkomentar, takutnya benar malah jadi salah,” kata Eva  melalui BBM. (radar)

loading...


Kata kunci yang digunakan :