Dikecam, Danang D’academy Minta Maaf di Depan Seniman Banyuwangi

0
1356

Penyanyi-D-Academy,-Danang,-meminta-maaf-di-depan-seniman-disaksikan-pengurus-DKB-di-Pelinggihan-Disbudpar-kemarin.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Konflik yang menimpa Danang D Academy yang dianggap melecehkan lagu daerah masih berlanjut. Kemarin (15/5), Dewan Kesenian Blambangan (DKB) menggelar forum guna menyelesaikan masalah  tersebut dengan mengundang pihak Danang dan para seniman lagu Oseng Banyuwangi di Pelinggihan Dinas Kebudayaan  dan Pariwisata (Disbudpar).

Dalam forum tersebut, hadir para sesepuh budayawan Banyuwangi seperti Andang Chotib Yusuf, Hasnan Singodimayan, serta para pencipta dan penyanyi lagu Oseng seperti, Catur Arum, Condro Bayu,  Ayong, Slamet Mamang, John Sobo, Kang Yudhi, Eko, Herman dan lainnya.

Sementara itu dari pihak Danang hadir manajemen Danang serta pendamping lainnya. Ketua DKB Samsudin Adlawi mengatakan, forum pertemuan  yang difasilitasi oleh DKB ini merupakan  tindak-lanjut dari surat  laporan terkait pelecehan lagu Banyuwangi oleh Danang yang  di sampaikan persatuan seniman musik Banyuwangi beberapa waktu lalu.

Sebagai penengah, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Banyuwangi ini berharap  kedua belah pihak saling berbesar  hati untuk menerima masukan satu sama lain. Forum ini juga merupakan ajang silaturahmi seluruh pihak untuk saling menemukan pencerahan terkait permasalahan  yang ada.

Danang pun mengucapkan maaf di depan para seniman. Dia menjelaskan, kejadian saat live konser di Muncar hampir  setahun yang lalu tersebut murni merupakan kekhilafan dari dirinya. Waktu itu dia mengaku  beberapa kali salah membawakan lagu. Untuk mengaburkan kesalahannya, Danang mencoba menyegarkan interaksi dengan audience melalui guyonan.

“Saya pikir itu bisa menutupi kesalahan, ternyata jadi lebih salah karena gurauan itu diartikan dengan persepsi yang berbeda. Danang tidak bermaksud apapun selain memberi hiburan,” bebernya. Manajemen Danang, Teguh Herlambang turut menimpali  ucapan Danang.

Teguh mengucapkan terimakasih kepada para seniman karena sudah memberikan perhatian kepada Danang. Dirinya sebagai manajemen Danang selama masa kontraknya bertugas menjaga imej Danang. “Teguran dari para seniman musik daerah sangat berarti. Dari sini saya berharap Danang banyak mengoreksi diri sendiri, terus berbenah selagi masih muda,” ucapnya.

Sementara itu, para seniman musik daerah tampaknya masih  kekeuh atas keputusannya untuk  memberi sanksi kepada Danang. Salah satu pencipta lagu, Ayong  menegaskan, ucapan Danang saat konser di Muncar tersebut tidak  bisa dianggap remeh.

Dia menekankan kata “ketang” yang diucapkan Danang serta gerakan tubuhnya kala konser di Muncar beberapa  waktu lalu menyinggung para pencipta lagu Oseng. Catur Arum menyatakan hal yang  sama. Menurutnya, perbuatan  Danang tersebut tidak cukup dihapuskan dengan permintaan maaf.

Persatuan seniman telah mengajukan sanksi untuk Danang, yakni dilarang untuk menyanyikan  lagu-lagu Banyuwangi dalam bentuk on air maupun off air dalam batas waktu yang ditentukan. Hal ini menurutnya sebagai pelajaran agar tidak ada lagi penyanyi yang berbuat hal serupa.

“Kalau meminta maaf saja gampang. Ucapan Danang waktu itu dirasa melecehkan seluruh lagu Banyuwangi,” katanya. Meski demikian, ada pula salahsatu budayawan yang berada di posisi tengah dalam masalah  tersebut, yakni Indragunawan.

Budayawan yang bergerak di bidang kebo-keboan itu mengajak seluruh pihak untuk saling memaafkan  dan berdamai. “Ayo tah lare ojo tukaran. Iki Banyuwangi ne bareng. Dung kene tukaran gedigi akeh kang seneng,” ucapnya.

Samsudin Adlawi mengingatkan untuk sementara forum ini merupakan  tunggal permohonan maaf Danang secara langsung kepada seniman-seniman musik Banyuwangi. Dia berharap seluruh pihak bisa menyerap pelajaran dan hikmah  dalam pertemuan ini.

“Mudah-mudahan dua perbedaan ini bisa dipersatukan menjadi kekuatan yang mampu mengharumkan  nama Banyuwangi,”  tandasnya. (radar)

Loading...

Sewa Gudang 495 m2 Tebet Jakarta Selatan Primium Parkir Luas

Sewa Gudang 495 m2 Tebet Jakarta Selatan Primium Parkir Luas

Di sewakan Ruko 3,5 Lt dan Gudang Kantor dan Gudang 2 Lantai & Gudang 3 in 1 Infinia Park Jalan…
12/06/2018
Jakarta Selatan

Kata kunci yang digunakan :

Baca Juga :