Sertifikat Jaminan KPR Tidak Ada di BTN, Warga Perumahan Garuda Regency Kebingungan

0
416


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Ketidakjelasan keberadaan sertifikat yang merupakan jaminan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) pada BTN cabang Banyuwangi membuat warga perumahan Garuda Regency, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, kebingungan.

Selaku pemberi kredit, seharusnya sertifikat tersebut berada dalam tanggung jawab pihak BTN. Akan tetapi setelah dikonfirmasi, pihak kreditur menyampaikan bahwa sertifikat beberapa warga perumahan Garuda Regency yang dijadikan sebagai agunan KPR tidak ada di bank tersebut.

Penasehat hukum warga dari LKBH Untag Banyuwangi, Saleh SH mengatakan, pihaknya pernah melakukan pertemuan dengan pimpinan BTN namun dari hasil pertemuan itu seolah-olah pihak kreditur tidak bertanggung jawab atas keberadaan sertifikat warga perumahan Garuda Regency.

Loading...

“Pihak BTN tidak mau bertanggungjawab penuh atas persoalan hilangnya sertifikat ditangan BTN yang merupakan jaminan KPR,” kata Saleh.

Saleh menambahkan, pada saat melakukan permohonan kredit KPR di BTN sertifikat itu posisinya masih atas nama pengembang sampai proses realisasi hingga penandatanganan kredit yang dibarengi dengan pembuatan akta jual beli melalui notaris yang ditunjuk oleh pihak BTN.

“Tapi setelah salah satu klien kami mau melakukan pelunasan kredit, dari pihak BTN menolaknya dengan alasan sertifikat tersebut tidak ada di BTN,” kata Saleh melalui sambungan telepon di Banyuwangi, Sabtu (2/12/2017).

“Semestinya pada saat proses realisasi kredit KPR pada bank yang bersangkutan ada perjanjian kontrak atau kredit. Setelah itu dilakukan penandatanganan kredit antara pihak debitur dengan kreditur disertai dengan pembuatan akta jual beli melalui notaris,” imbuhnya.

Kemudian setelah melalui mekanisme realisasi, sertifikat tersebut berada dalam pengawasan pihak BTN, yang selanjutnya sertifikat tersebut menjadi agunan atau jaminan.

“Ternyata setelah 1 tahun berjalan, waktu itu tahun 2016 ada salah satu klien kami mau melakukan pelunasan kredit, nah sampai di BTN ditolak dengan alasan sertifikatnya tidak ada di BTN. Lantas klien kami bertanya, sertifikatnya dimana, tidak ada yang menjawab. Yang wanprestasi ini siapa,” ujarnya.

Loading...

JUAL KAYU MURAH BERBAGAI JENIS & UKURAN

JUAL KAYU MURAH BERBAGAI JENIS & UKURAN

"JUAL KAYU MERANTE-KAMPER-BORNEO-DLL.ASAL SUMATRA" "UKURAN KAYU BORNEO" 1).KAYU BORNEO RENG RENG: 3 x 4 x 400 cm = Rp. 2.000.000…
10/10/2018
JAKARTA

Baca Juga :