Silat Melenggang, Bulu Tangkis Rontok

0
375
JAGA PELUANG: Pesilat Popda saat berlatih di GOR Tawang Alun beberapa waktu lalu. Tiga pendekar berhasil lolos ke babak kedua.

CABANG pencak silat menjaga peluangnya mendulang medali di pentas Popda IX di Surabaya. Dalam laga yang dimainkan kemarin (8/1), tiga dari lima pendekar Banyuwangi yang bertanding memastikan diri lolos ke babak berikutnya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Hasil ini sekaligus melengkapi catatan pendekar sebelumnya yang berhasil melengang ke fase kedua. Capaian kontingen pencak silat dimulai dengan kegemilan Romi Iza. Turun di kelas G putra, Iza mampu menundukkan pendekar asal Kota Pasuruan, Muzacky, dengan kemenangan 5-0.

Torehan Iza juga diikuti pesilat lainnya diantaranya Arim Lailatul Maulidia yang turun di kelas F putri. Menghadapi wakil Kota Malang, Wijayanti, Arim, tampa ampun menggelontor lawannya dengan kemenangan mengesankan 5-0. Langkah ke fase berikutnya juga dicatatkan Novita Arlan yang turun di kelas E putri.

Bertanding melawan Diyan Puspitasari asal Kota Malang, Novita mampu menang multak dengan skor 5-0. Sayang, kemenangan tiga pendekar Banyuwangi gagal diikuti wakilnya yang turun di kelas A dan C putri. Fitri yang melawan Holisatul Hasanah asal Bondowoso dipaksa menyerah dengan skor mencolok 0-5. Berikutnya giliran Diah Suryaning yang harus mengakui keunggulan Lailatul Istiqomah asal Gresik dengan kemenangan 0-5.

“Langkah ke babak berikutnya tentu lebih berat. Tapi anakanak sudah siap dengan konsekuensi tersebut,” ujar Bambang Wahyuono, ofisial pencak silat Banyuwangi dihubungi lewat telepon genggamnya kemarin. Sementara itu, kegemilangan cabang bulu tangkis dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) IX di Surabaya terhenti kemarin (8/11).

Wakil Banyuwangi yang turun di nomor ganda maupun tung gal dipastikan harus angkat koper lebih awal. Itu menyusul ke kalahan yang diderita atas lawan-lawannya di hari kedua even dua tahunan untuk ka langan pelajar tersebut. Di nomor tunggal putra, harapan Zakcy melenggang lebih jauh terhenti di unggulan per tama asal Kota Malang, Jason.

Meski sempat meraih ke menangan di set pertama dengan skor 21-13, Zakcy dipaksa menelan pil pahit di dua set berikutnya. Zakcy pun tumbang dengan skor 2-1 lewat skor 21- 13, 15-21, dan 17-21. Nasib serupa juga dialami tunggal putra lainnya, Dicky. Menghadapi wakil Tu lungagung, Rendi, harapan Dicky melenggang ke fase berikutnya dipastikan kandas. Dicky kalah dengan kedudukan 2-1 dengan skor 11-21, 21-17, dan 20-22.

Derita kontingen bulu tangkis juga berlanjut ke nomor ganda pu tra dan putri. Di ganda putri, pasangan Novi dan Rahma harus mengakui keunggulan lawannya asal Kota Pasuruan, Riska dan Ike. Keduanya kalah di babak 16 besar dengan kedudukan 14-21 dan 17-21. Dan, lagi-lagi wakil Kota Pa suruan menjadi batu sandungan bagi kontingen Banyuwangi.

Giliran pasangan ganda putra Zakcy dan Dicky yang menyerah dari lawannya Halil dan Ibad. Keduanya dipastikan tersingkir di babak delapan besar dengan skor 15- 21 dan 10-21. Sedangkan satu lagi wakil tunggal putri Banyuwangi, Novi, juga dipastikan tersingkir. Novi kandas setelah dikalahkan unggulan pertama Ayu asal Kota Pasuruan di babak delapan besar dengan skor akhir 11-21 dan 17-21. “Anak-anak su dah maksimal,” cetus Aditya Wahyono, ofisial bulu tangkis Banyuwangi. (radar)