Slametan Kampung, Kirab Tumpeng Raksasa

0
328

TEGALDLIMO-Warga yang tinggal di tepi hutan wilayah Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, punya tradisi menarik dalam memperingati rejeban atau Isra Mikraj Nabi Muhamad. Mereka membuat tumpeng raksasa dan diarak dengan keliling kampung.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tradisi yang selalu digelar bulan Rajab, itu sebagai rasa syukur atas melimpahnya hasil panen dengan simbol tumpeng raksasa. “Warga rutin menggelar tradisi ini setiap bulan Rajab,” cetus Wahyudi, 30, salah seorang tokoh pemuda Dusun Kutorejo, Desa Kalipahit.

Menurut Wahyudi, untuk membuat tumpeng raksasa itu menghabiskan dua kuintal beras. Dalam tumpeng itu, juga dilengkapi ingkung ayam kampung sebanyak 20 ekor, sepuluh kilogram telur, puluhan ikat sayur, serta ditambah rangkaian menu hasil bumi. “Ini murni swadaya dari masyarakat,” katanya.

Loading...

Proses pembuatan tumpeng tersebut, terang dia, membutuhkan waktu sehari penuh. Meski awalnya merasa kesulitan, namun dengan bantuan warga pembuatan tumpeng dengan tinggi sekitar dua meter dan berat tiga kuintal itu akhirnya bisa diselesaikan. “Sore kita arak dan kita makan barengbareng,” ujarnya.

Kepala Desa (Kades) Kalipahit, Puput Hendri, mengatakan tradisi mengarak tumpeng raksasa itu tidak hanya sebagai wujud syukur warga. Tapi, terang dia, juga sebagai ajang mempererat jalinan silaturahmi antar sesama warga. “Penduduk ini berbagai suku dan agama,” terangnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2