SMPK Yos Sudarso Meriahkan Paskah

  • Bagikan
BUSANA TRADISIONAL: Guru dan siswa mengenakan pakaian khas Jawa dalam peringatan Hari Kartini dan Paskah.

Kasek dan Guru Jadi Petugas Upacara

SILIRAGUNG – SMPK Yos Sudarso Siliragung menggelar perayaan Paskah dan perin-gatan hari Kartini, Senin (16/4). Kegiatan tersebut dibuka dengan upacara paskah dan Kartini Day. Yang unik, saat upacara, kepala sekolah, guru dan siswa menampilkan busana tradis-ional Jawa. Berbeda dengan hari biasanya, dalam perayaan Paskah dan Kartini Day kema-rin, petugas upacara adalah para dewan guru, termasuk kepala sekolah.

Kepala Sekolah SMPK Yos Sudarso, Didik Supriyanto, S.P mengatakan, perayaan Paskah dan Kartini Day adalah untuk membentuk sekolah yang tertib dan disiplin berdas arkan kasih, sehingga mampu mencerdas-kan anak bangsa sekaligus menimbulkan karakter bagi anak didik yang cinta tanah air, cinta budaya dan kebersamaan.

Dikatakan Didik, SMPK Yos Sudarso yang beralamat di Jalan Suprapto Nomor 08, Siliragung didirikan sejak 15 Januari 1968, mendedikasikan perjuangannya untuk memberikan pelayanan akan pendidikan yang berkarakter cinta tanah air dan cinta budaya.

Di samping juga tetap memperhatikan dan meningkatkan mutu nilai-nilai akademik. “Sekolahan kami tidak menutup pintu untuk yang beda agama, bahkan SMPK Yos Sudar-so sangat terbuka untuk menerima murid yang ber-beda agama,” kata Didik kemarin.

Meski berada tidak di perkota-an, para orang tua dan masyarakat sekitar tidak ragu untuk menitipkan anak-anaknya un-tuk bersekolah di SMPK Yos Sudarso. Hal ini dikarenakan SMPK Yos Sudarso dilengkapi dengan kelas-kelas multimedia, laboratorium bahasa, labo-ratorium komputer dan perpustakaan yang lengkap dan memadai.

“Di samping itu SMPK Yos Sudarso juga menyediakan kegiatan ekstra untuk mengem-bangkan bakat dan minat murid-murid, baik itu olah raga sepakbola, futsal, musik atau marching band. Yang tidak kalah dengan sekolah-sekolah kejuruan, SMPK Yos Sudarso juga mengajarkan kewirausa-haan bagi murid-muridnya dalam mata pelajaran muatan lokal yakni budidaya keramba ikan tawar,” ungkapnya.

Sementara itu, kemeriahan upacara paskah dan Kartini Day berlanjut dengan meng-hias telor paskah dengan tema-tema kreatif sekaligus dilanjutkan dengan membagi-bagikan telor tersebut kepada segenap anak-anak SD dan masyarakat setempat. ”Kenapa yang dipilih telur dan bukan yang lain? Sebab telur adalah simbol dari ke-hidupan dan pembebasan,” pungkasnya. (radar)

Kata kunci yang digunakan :

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: