sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal yang disebabkan sopir mengantuk kembali terjadi.
Rabu (7/1) mobil jenis minibus merek Daihatsu Luxio bernopol P 1936 KF terperosok ke parit di Jalan Raya Dusun Wadung Kamidin, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal mobil yang digunakan untuk armada jasa travel tersebut.
Sopir minibus, Fitra Ramadhani, 24, warga Kecamatan Tempeh, Lumajang, hanya mengalami luka ringan dan syok. Sedangkan seluruh penumpang dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa luka berarti.
Kanit Lantas Polsek Kalibaru Aipda Aries Prasetyanto menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil Luxio warna putih tersebut melaju dari arah timur (Banyuwangi).
“Menurut informasi, rombongan itu baru pulang dari Bali dan hendak menuju Lumajang,” ujarnya.
Aries mengungkapkan, saat melaju dengan kecepatan cukup tinggi, mobil tiba-tiba oleng ke arah kiri dan langsung terperosok ke parit di pinggir jalan. “Sopir mengakui bahwa dirinya mengantuk sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraannya dengan baik,” terangnya.
Saat kejadian yang berlangsung sekitar pukul 04.00 tersebut, kondisi bahu jalan di depan rumah warga sedang sepi.
Padahal, biasanya pada jam tersebut jalur itu mulai digunakan warga untuk menuju masjid. “Suara benturan cukup keras hingga mengagetkan warga sekitar,” tuturnya.
Setelah seluruh penumpang berhasil dievakuasi. Selain itu, warga bersama petugas membantu mengeluarkan mobil dari parit dengan cara ditarik.
“Mobil sudah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke bengkel terdekat untuk diperbaiki karena mengalami kerusakan pada bagian depan,” tandasnya.
Salah satu warga di lokasi kejadian, Walidah, 29, mengatakan bahwa suara dentuman keras tersebut spontan membuat warga keluar rumah.
“Warga langsung berlarian keluar dan membantu para penumpang keluar dari dalam mobil. Alhamdulillah semua selamat,” ujarnya.
Laka lantas tunggal tersebut hanya berselang dua hari setelah peristiwa serupa terjadi di sebelah selatan pertigaan Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat pada Senin (5/1).
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tunggal yang disebabkan sopir mengantuk kembali terjadi.
Rabu (7/1) mobil jenis minibus merek Daihatsu Luxio bernopol P 1936 KF terperosok ke parit di Jalan Raya Dusun Wadung Kamidin, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal mobil yang digunakan untuk armada jasa travel tersebut.
Sopir minibus, Fitra Ramadhani, 24, warga Kecamatan Tempeh, Lumajang, hanya mengalami luka ringan dan syok. Sedangkan seluruh penumpang dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa luka berarti.
Kanit Lantas Polsek Kalibaru Aipda Aries Prasetyanto menjelaskan, kecelakaan bermula saat mobil Luxio warna putih tersebut melaju dari arah timur (Banyuwangi).
“Menurut informasi, rombongan itu baru pulang dari Bali dan hendak menuju Lumajang,” ujarnya.
Aries mengungkapkan, saat melaju dengan kecepatan cukup tinggi, mobil tiba-tiba oleng ke arah kiri dan langsung terperosok ke parit di pinggir jalan. “Sopir mengakui bahwa dirinya mengantuk sehingga tidak bisa menguasai laju kendaraannya dengan baik,” terangnya.
Saat kejadian yang berlangsung sekitar pukul 04.00 tersebut, kondisi bahu jalan di depan rumah warga sedang sepi.
Padahal, biasanya pada jam tersebut jalur itu mulai digunakan warga untuk menuju masjid. “Suara benturan cukup keras hingga mengagetkan warga sekitar,” tuturnya.
Setelah seluruh penumpang berhasil dievakuasi. Selain itu, warga bersama petugas membantu mengeluarkan mobil dari parit dengan cara ditarik.
“Mobil sudah berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke bengkel terdekat untuk diperbaiki karena mengalami kerusakan pada bagian depan,” tandasnya.
Salah satu warga di lokasi kejadian, Walidah, 29, mengatakan bahwa suara dentuman keras tersebut spontan membuat warga keluar rumah.
“Warga langsung berlarian keluar dan membantu para penumpang keluar dari dalam mobil. Alhamdulillah semua selamat,” ujarnya.
Laka lantas tunggal tersebut hanya berselang dua hari setelah peristiwa serupa terjadi di sebelah selatan pertigaan Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat pada Senin (5/1).








