Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

SRRL Surabaya Raya Dipastikan Ground Breaking 2027, Ini Dampaknya bagi Mobilitas Warga

srrl-surabaya-raya-dipastikan-ground-breaking-2027,-ini-dampaknya-bagi-mobilitas-warga
SRRL Surabaya Raya Dipastikan Ground Breaking 2027, Ini Dampaknya bagi Mobilitas Warga

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) Fase 1 akan memasuki tahap peletakan batu pertama atau ground breaking pada 2027.

Proyek ini diproyeksikan menjadi solusi strategis bagi penguatan sistem transportasi publik di kawasan Aglomerasi Surabaya Raya yang terus berkembang.

Kepastian tersebut disampaikan Khofifah saat menerima Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Baca Juga: Profil Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, Kapolresta Banyuwangi Baru yang Siap Lanjutkan Sinergi dan Pengabdian

Dalam pertemuan itu, dibahas berbagai agenda kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa, khususnya di sektor transportasi berkelanjutan, lingkungan, kesehatan, dan pendidikan.

Menurut Khofifah, kebutuhan akan transportasi publik yang terintegrasi di kawasan Surabaya Raya sudah semakin mendesak.

“Mobilitas masyarakat yang tinggi, terutama pada jalur Surabaya–Sidoarjo, membutuhkan sistem angkutan massal yang efisien, terjangkau, dan ramah lingkungan,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).

Baca Juga: Stasiun Ketapang Jadi Salah Satu Tersibuk, Arus Penumpang KAI Relasi Banyuwangi–Malang–Purwokerto Tumbuh Signifikan Saat Nataru 2025/2026

Oleh karena itu, pembangunan SRRL dipandang sebagai langkah konkret menjawab tantangan tersebut.

SRRL Fase 1 akan melayani rute Gubeng–Wonokromo–Sidoarjo.

Proyek ini mendapatkan dukungan pendanaan dari KfW Development Bank, lembaga pembiayaan pembangunan milik Pemerintah Jerman.

Baca Juga: Prediksi Coupe de France: Paris Saint-Germain vs Paris FC, Misi Lolos ke 16 Besar

Pada 30 Juni 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menandatangani perjanjian pinjaman senilai 297 juta euro untuk mendukung realisasi proyek tersebut.

Khofifah menyampaikan apresiasi atas konsistensi dukungan Pemerintah Jerman dan Uni Eropa yang selama ini menjadi mitra strategis Jawa Timur.


Page 2


Page 3

Ia menilai kolaborasi internasional ini tidak hanya memperkuat pembiayaan, tetapi juga transfer pengetahuan dan teknologi dalam pembangunan infrastruktur transportasi modern.

“Secara nasional, proyek SRRL memiliki landasan perencanaan yang kuat,” tegasnya.

Proyek ini telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Baca Juga: Cara Daftar Bansos 2026 Lengkap: Pastikan Masuk DTSEN agar Berpeluang Terima PKH hingga BPNT

Selain itu, SRRL juga tercatat dalam Blue Book Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) periode 2020–2024, yang menjadi acuan kerja sama pembiayaan luar negeri.

Dari sisi teknis, SRRL dirancang mendukung sistem elektrifikasi dan jalur ganda sepanjang kurang lebih 22 kilometer jalur kereta api di wilayah Surabaya.

Proyek ini diproyeksikan mampu melayani lebih dari 200.000 penumpang per hari.

Baca Juga: Final Piala Super Spanyol: Barcelona vs Real Madrid, Prediksi Skor dan Susunan Pemain

Pada dua tahun pertama operasional, SRRL diperkirakan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 1,3 juta penduduk di kawasan Surabaya Raya.

Keberadaan SRRL diharapkan dapat menekan biaya transportasi harian masyarakat, mengurangi kemacetan, serta meningkatkan produktivitas warga yang beraktivitas lintas wilayah.

Selain itu, penggunaan transportasi berbasis listrik juga sejalan dengan komitmen pengurangan emisi dan pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga: Kejutan Liga 4 Jatim: Persewangi Tersingkir di 32 Besar, Baruna FC Jadi Harapan Banyuwangi

Dalam pertemuan tersebut, kerja sama Jawa Timur dengan Jerman dan Uni Eropa juga mencakup isu mitigasi pemanasan global dan perubahan iklim.

Salah satu topik yang dibahas adalah pengelolaan sampah melalui sistem penanganan terpadu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang.

Di sektor kesehatan, Khofifah mengapresiasi kontribusi teknologi dan alat kesehatan asal Jerman yang telah dimanfaatkan di berbagai fasilitas layanan kesehatan di Jawa Timur.