Stadion Maron Berubah Jadi Taman

  • Bagikan
UBAH FUNGSI?: Kawasan depan Stadion Maron Genteng mulai digarap menjadi taman kota.

BANYUWANGI-Cobaan yang mendera wajah persepakbolaan Banyuwangi sepertinya tidak pernah sepi. Di tengah ketidakjelasan nasib Persewangi di pentas Divisi Utama musim depan.

Publik kembali harus menerima kenyataan pahit atas kemungkinan hilangnya fasilitas olahraga paling populer di Banyuwangi bahkan sejagat ini.

Sebab, Pemkab Banyuwangi berencana mengubah Stadion Maron Genteng menjadi ruang terbuka hijau (RTH).

Bahkan, rencana itu semakin jelas karena proyek dari APBD tahun 2012 senilai Rp 573 juta kini sudah dalam proses pengerjaan.

Padahal, stadion tersebut menjadi adalah arena sepak bola yang cukup “dikeramatkan” oleh warga Genteng dan sekitarnya. Menyikapi hal itu, pengamat masalah sosial dan olahraga Banyuwangi, Rudi Latief mengatakan, pada dasarnya dia mengapresiasi pembangunan RTH di Kecamatan Genteng.

Hanya saja, sangat disayangkan jika yang dibangun menjadi RTH adalah stadion sepak bola. Itu terkesan mengabaikan martabat masyarakat sebagai subjek pembangunan. Dia menilai ada keputusan sepihak yang dilaksanakan dalam menentukan tata ruang wilayah di wilayah kecamatan tersebut. Tentu masyarakat berharap Stadion Maron sebagai arena olahraga sepak bola juga dibangun seperti stadion sepak bola pada umumnya di daerah lain.

Kini kenyataan yang ada justru berbalik. “Meski lapangannya ada, unsur stadionnya hilang karena berganti menjadi taman. Aneh,” ujarnya. Seharusnya, kata Rudi, pemerintah mengerti betul tentang arena olahraga. Jika stadion dan RTH dicampuradukkan, tentu saja ada yang akan menjadi korban. Oleh karena itu, Rudi berani menolak bila Stadion Maron dijadikan kawasan RTH. Sebab, pada prinsipnya stadion sepak bola dan RTH berbeda.

Coba apa yang nama stadion dan apa itu taman. Semua orang pasti jawabnya beda,” ujar anggota salah satu tim pemenangan Partai Demokrat Banyuwangi itu. Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Plt. DKP Banyuwangi Arif Setyawan menolak jika langkah pemkab itu dianggap sebagai alih fungsi Stadion Maron menjadi taman.

Pemkab Banyuwangi justru ingin stadion tersebut tidak hanya sekadar menjadi arena olahraga, khususnya sepak bola. “Fungsi sebagai stadion tetap. Tetapi, ditambah unsur lain, seperti estetika, sekaligus sebagai lahan hijau dan paru-paru Kota Genteng,” bebernya.

Arif menambahkan, pihaknya sudah mempersiapkan landscape tambahan bangunan di barat Stadion Maron. Termasuk, area parkir pengunjung. Terkait status tanah yang diklaim sebagai tanah kas desa, mantan kabag humas Pemkab Banyuwangi itu menjelaskan bahwa status lahan Stadion Maron merupakan tanah milik negara. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: