Beranda Budaya Syekh Siti Jenar, Dua Bulan Berdakwah di Blambangan

Syekh Siti Jenar, Dua Bulan Berdakwah di Blambangan

0
1677
SITUS: Di lokasi dekat beringin inilah, Syekh Siti Jenar pernah tinggal selama dua bulan.

SINGOJURUH – Syekh Siti Jenar yang dikenal kontroversial dalam dakwahnya dan bertentangan dengan kelompok Wali Songo, ternyata pernah menyebarkan Islam ke Kerajaan Blambangan. Malahan, di ujung timur Pulau Jawa ini, Syekh Siti Jenar sempat tinggal hingga dua bulan lamanya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Bukti Syekh Siti Jenar pernah datang ke Bumi Blambangan ini dikuatkan adanya situs Lastono Syekh Siti Jenar yang ada di Desa Lemahbang Kulon, Kecamatan Singojuruh. Di tempat ini, ditemukan beberapa kuburan kuno. Di antara kuburan yang ada, dipercaya sebagai pembantunya Syekh Siti Jenar.

“Bukan makam Syekh Siti Jenar, tapi pembantunya,” cetus juru kunci Lastono Siti Jenar, Turin. Menurut Turin, Syekh Siti Jenar yang memiliki nama kecil Abdul Jalil atau Ali Hasani datang ke Blambangan sekitar abad ke-15. Kedatangannya, mulanya untuk mengobati rakyat di Kerajaan Blambangan yang sedang terkena penyakit pagebluk.

“Penyakit pagebluk berlangsung cukup lama,” terangnya. Dalam mengobati pagebluk ini, Syekh Siti Jenar sempat mengambil darahnya dari bagian tubuhnya. Selanjutnya, darah itu ditanam ke tanah yang ada di di Desa Lemahbang Kulon ini. “Dari cerita yang disampaikan orang tua, Syekh Siti Jenar mampu men-gobati penyakit pagebluk itu,” ungkapnya.

Loading...

Selama berada di Bumi Blam bangan, wali kelahiran Persia (Iran), pada 829 H/1348 C/1426 M, ini juga menyebarkan agama Islam pada masyarakat. Bahkan, kegiatan dakwah ini dilakukan hampir dua bulan lamanya. “Syekh Siti Jenar tinggal di Blambangan ini selama dua bulan,” cetusnya. Dakwah Islam yang dilakukan, jelas dia, ternyata berhasil.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Loading...

error: Uppss.......!