Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah di Pasar Genteng Banyuwangi Sepi: Pembeli Lebih Suka Belanja di Pasar Modern

tahun-ajaran-baru,-penjualan-seragam-sekolah-di-pasar-genteng-banyuwangi-sepi:-pembeli-lebih-suka-belanja-di-pasar-modern
Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam Sekolah di Pasar Genteng Banyuwangi Sepi: Pembeli Lebih Suka Belanja di Pasar Modern

Radarbanyuwangi.id – Nasib para pedagang pakaian di Pasar Induk Genteng 1, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, tampaknya tidak terlalu baik saat menjelang tahun ajara baru ini. Sebab, penjualan seragam sekolah sangat sepi.

Para siswa dan orang tuanya, lebih senang memilih belanja seragam sekolah di toko modern atau online ketimbang di pasar tradisional. “Yang membeli seragam sekolah sangat kecil,” kata Siti Ulyati, 51, seorang pedagang baju di Pasar Induk Genteng 1.

Siti mengaku di tokonya lebih banyak menjual pakaian biasa seperti daster dan setelan baju. Menurutnya, menjual seragam sekolah di pasar saat ini kurang diminati. “Pembeli memilih membeli seragam di toko modern,” katanya.

Menurut Siti, saat ini pembeli lebih banyak beralih ke toko modern untuk membeli seragam sekolah. Dan itu membuat penjualan seragam di pasar semakin sepi. “Dulu pembeli memilih seragam di pasar, sekarang sepi, malah hampir tidak ada,” cetusnya.

Baca Juga: Ini Sebabnya Susu UHT Trending di Twitter, Ternyata Karena Kemarahan Ibu-Ibu yang Satu Ini

Padahal, lanjut dia, modal untuk menjual seragam sekolah di pasar itu cukup besar. Karena sulit terjual, pedagang harus mempertimbangkan risikonya. “Kalau nekat jualan seragam sekolah, bias bangkrut,” katanya.

Saat ini Siti mengaku memilih menjual baju biasa karena lebih laku di pasaran. Menurutnya, risiko menjual seragam sekolah terlalu tinggi dibandingkan keuntungan yang didapat. “Lebih memilih menjual baju biasa,” tandasnya.

Baca Juga: Begini Alasan Pembaca Memilih Cabup Favorit Radar Banyuwangi: Ustadi Dianggap Visioner, Gus Munib Amanah, KH Muhaimin Tidak Neko-Neko

Kondisi itu berbeda dengan konveksi yang memproduksi pakaian seragam sekolah. Mereka malah kewalahan melayani pembeli yang dijual di toko.

“Sekarang permintaan seragam sekolah ramai,” kata pemilik konveksi seragam sekolah, Anik, 49, warga Dusun Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

Menurut Anik, pembelian seragam sekolah itu bersifat musiman. Seragam sekolah hanya dibeli pada waktu-waktu tertentu setiap tahunnya.

Tidak semua toko menjual seragam sekolah karena modal yang besar. “Penjual harus berpikir dua kali sebelum memutuskan menjual seragam sekolah,” ujarnya.(rei/abi)