Tak Punya Biaya Berobat, 8 Tahun Terbaring di Kasur

0
363
BUTUH ULURAN TANGAN: Untuk berdiri, Husni harus dipapah ibunya.
BUTUH ULURAN TANGAN: Untuk berdiri, Husni harus dipapah ibunya.

Delapan tahun hanya bisa terbaring di atas kasur. Itulah yang dirasakan Husni Mubarok. Remaja berusia 16 tahun itu divonis mengidap polio. Agar sembuh dari penyakit yang melumpuhkannya, keluarga Husni hanya bisa menunggu uluran tangan dermawan.
-SYAIFUDDIN MAHMUD, Banyuwangi-


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

MENGENAKAN kaus oblong warna putih, Husni terlihat asyik melihat tayangan televisi. Dia hanya terbaring lemas di atas kasur yang digelar di lantai ubin  rumahnya. Hanya televisi itu satu-satunya hiburan yang menemani remaja yang tinggal di Lingkungan Jogolatri, Kelurahan Sumberejo, Banyuwangi, itu.

Remaja kelahiran 20 Agustus 1996 itu  tidak bisa ke mana-mana. Sehari-hari dia
hanya berada di dalam rumah. ”Gimana mau bermain, untuk berjalan saja susah. Ya beginilah tiap hari kondisi anak saya,” ujar Istikharoh, ibu kandung Husni. Oleh dokter, Husni memang divonis mengidap penyakit polio. Husni diserang polio sejak berumur 8 tahun.

Loading...

Dulu, orang tuanya rajin membawanya ke rumah sakit atau puskemas terdekat untuk berobat. Namun, seiring berjalannya waktu, biaya untuk berobat pun habis. Maklum, biaya besar. Apalagi, sehari-hari bapak Husni hanya sebagai kuli di sebuah home industry paving tak jauh dari rumah-nya. ”Terus terang, untuk biaya berobat sudah tidak ada. Gimana lagi, kondisinya memang seperti ini,’’ kata Istikharoh pasrah.

Wartawan koran ini kemarin bertandang ke rumah Husni. Kondisi bocah itu memang memprihatinkan. Kaki dan ke-dua tangannya terus mengecil. Untuk berdiri saja, Husni harus dibantu orang tuanya. Suatu hari, Husni pernah hendak ke kamar mandi. Lantaran tidak ada yang membantu, dia terguling-guling di kamar mandi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2