Tambang Pasir Ilegal Makan Korban

0
629

SILIRANGUNG – Tiga lokasi penambangan pasir ilegal  ditutup Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Siliragung. Itu setelah salah satu pekerja, Gimun, 50, tewas tertimpa pohon yang ambruk Rabu lalu (21/10).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Gimun, warga Desa Barurejo, yang bekerja sebagai buruh di lokasi tambang pasir itu tewas di lokasi dengan luka cukup parah. “Di tutup setelah ada pekerja yang meninggal,”  cetus Parman, 35, salah satu warga setempat.

Menurut Parman, lokasi penambangan  pasir di daerahnya itu tidak pernah sepi.  Banyak kendaraan berlalu lalang mengambil pasir setiap hari. “Tiba-tiba ada pohon ambruk  dan mengenai Pak Gimun,” terangnya. Adanya buruh tambang pasir yang tewas  itu langsung disikapi keras Forpimka Siliragung.

Pemilik tiga lokasi tambang pasir langsung dipanggil ke kantor kecamatan dan diminta menutup usahanya. “Mereka kita panggil dan membuat pernyataan menutup lokasi  tam bang pasir,” cetus Camat Siliragung, Didik Suharsono.

Loading...

Meski sudah membuat pernya taan  menutup tambang pasir, camat mengaku tidak memiliki kewenangan menutup bila tiga lokasi  penambangan pasir itu kembali beroperasi. “Kami tidak berhak melakukan eksekusi,” katanya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2