Beranda Ekonomi Tarif Taksi Naik Rp 1.00/Km

Tarif Taksi Naik Rp 1.00/Km

0
2294

tariftaxiBANYUWANGI – Beroperasinya taksi Bosowa di Banyuwangi langsung disikapi Pemkab Banyuwangi. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) bertemu pengurus Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan pengelola taksi Osing Banyuwangi. Penemuan di rumah makan di Jalan A. Yani, Banyuwangi, tersebut bertujuan menyamakan persepsi agar tidak muncul persoalan di kemudian hari.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Kepala Dishubkominfo Suprayogi hadir bersama Ketua Organda Banyuwangi Fafan Luika, koordinator taksi Using, dan pengelola taksi Bosowa. Hasilnya, semua pihak menyepakati taxi argo taksi. Ketua Organda Fafan Luika mengatakan, pihaknya menyambut baik hadirnya taksi Bosowa di Banyuwangi. Kedatangan armada sedan yang masih mulus tersebut dinilai membantu pesatnya kunjungan wisatawan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Terutama, bagi pengguna jasa transportasi angkutan darat yang memadai aman dan nyaman.

Namun, Organda juga meminta agar taksi Bosowa hendaknya sudah bernomor polisi (nopol) Banyuwangi. Dengan begitu, pajak kendaraan masuk di Kabupaten Banyuwangi. Tidak hanya itu, tenaga sopir taksi hendaknya juga berasal dari Banyuwangi. “Kehadiran taksi Bosowa itu juga akan berdampak terbukanya lapangan pekerjaan di Banyuwangi,” ujar Fafan. Mengenai keberadaan angkutan taksi Osing yang lebih dulu beroperasi, Organda sudah memiliki solusi, yakni akan membedakan spesifikasinya.

Jika taksi Osing menggunakan mobil sedan, kini secara bertahap akan menggunakan armada mobil multi purpose vehicle (MPV) mini. Mobil yang digunakan adalah baru dengan mesin harus berumur maksimal sepuluh tahun, tidak boleh lebih. “Jadi, mesin mobil dan cover-nya harus bagus agar penumpang bisa nyaman dan aman,” tegasnya. Ke depan, Organda juga akan memberikan pelatihan bagi para sopir tentang teknis melayani penumpang yang baik, dan para sopir juga akan dilatih berbahasa asing. Sehingga, ke depan, para sopir sudah terlatih jika ada penumpang wisman.

Loading...

“Ini langkah kami menyambut ekonomi ASEAN 2015, dan kesiapan Organda menyambut terminal pariwisata di Banyuwangi,” terangnya. Bagaimana jika di temukan sopir tidak ramah, ugal-ugalan, dan menerapkan tarif sangat tinggi? Fafan menegaskan, Organda siap memberikan sanksi kepada armada yang bersangkutan. Jika masih terulang. Organda akan merekomendasikan Dishubkominfo mencabut izin trayek armada tersebut. Dalam pertemuan tersebut juga diputuskan, angkutan taksi menggunakan sistem argometer.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Loading...

error: Uppss.......!