Tekuni Usaha sejak 1986, Sehari Layani 25 Pelanggan

0
554

korekDAHULU penyedia jasa isi ulang korek api berbahan bakar gas banyak dijumpai di berbagai wilayah di Banyuwangi. Tidak terkecuali di pusat Kota Penyu ini. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak pelaku usaha isi ulang korek tersebut yang memilih beralih pekerjaan.

Maraknya korek api gas berharga murah di pasaran tidak bisa dimungkiri menjadi salah satu penyebab terutama berkurangnya penyedia jasa isi ulang korek api tersebut. Namun, fenomena Itu tidak berlaku bagi Hasan, 50, warga jalan Ikan Sadar, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi.  Hasan sudah menggeluti usaha isi ulang korek api sejak tahun 1986.

Meski sudah banyak rekan-rekannya sesama penyedia isi ulang korek yang beralih pekerjaan, Hasan memilih tetap bertahan pada pekerjaannya tersebut. Hasan menjalankan usahanya itu di sekitar kompleks Inggrisan, Banyuwangi.  Sebagian orang mungkin berpikir membeli korek api baru jauh lebih praktis. Selain lebih mudah didapat, harga korek api baru relatif murah.

Di pasaran, korek api berbahan bakar gas ada yang dijual seharga Rp 1.500 per buah. Disisi lain, Hasan mematok tarif isi ulang korek seharga Rp 1.200 per buah. Artinya, selisih uang yang harus dikeluarkan antara membeli korek api baru dan ongkos isi ulang hanya Rp 300 per buah.  Namun, ternyata tidak semua orang sependapat dengan hitung-hitungan tersebut.

Buktinya, jasa yang dijajakan “Hasan masih di minati masyarakat. Saat jawa Pos Radar Banyuwangi berada di tempat usaha Hasan selama sekitar 30 menit,  ada dua warga yang memanfaatkan jasa isi ulang kutak api itu.  Hasan 111011gaku, jika sedang Hasan , dalam sehari dia bisa melayani 25 pelanggan yang mengisi ulang korek api. “Tetapi, kalau sedang sepi, paling lima sampai sepuluh orang yang mengisi korek api di tempat saya ini,” ujar suami Nurbayatin tersebut.

Baca :
Warga Geger, Seorang Pemuda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Kelengkeng, Ini Kronologinya

Pertanyaan mengapa masih banyak warga yang lebih memilih mengisi ulang korek di tengah serbuan korek api berharga murah terjawab dari pernyataan Wagiyanto, 52, warga Jalan Serayu, Kelurahan Panderejo, Banyuwangi. Salah satu pelanggan Hasan itu mengatakan, uang yang harus dikeluarkan untuk membeli korek api berharga murah dengan mengisi ulang korek api memang hanya selisih sedikit. “Tetapi, korek api berharga murah itu biasanya cepat rusak.

Sedangkan korek api yang berkualitas, harganya bisa sampai Rp 2.500 per buah. jadi, lebih hemat isi ulang,” cetusnya.  Wagiyanto mengaku sering mengisi ulang korek api miliknya kepada Hasan. Dia menambahkan, dia memiliki empat korek api di rumahnya. “Kalau korek api milik saya ada yang habis gasnya, ya langsung saya isi ulang di sini.

Di Banyuwangi ini kan sudah jarang ada penyedia jasa isi ulang korek api,” jlentrehnya.  Sementara itu, ada hal yang mengagumkan dari sosok Hasan. Pria yang satu ini ternyata tidak menyepelekan pendidikan bagi ketiga anaknya. Bahkan, dia berhasil mengantarkan anak sulungnya mengenyam pendidikan tinggi.  Ya, anak pertama Hasan, yakni Lifara, kini tengah menempuh studi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Negeri Jember (Unej).

“Anak pertama saya lulus SMAN 1 Glagah sekitar tahun 2009. Dia lantas masuk kuliah lewat jalur undangan. Sekarang dia (Lifara) sudah hampir lulus. Saat ini dia masih menyelesaikan skripsi,” ungkapnya.  Selain Lifara, anak kedua dan anak bungsu Hasan juga masih mengenyam pendidikan. Anak keduanya kini duduk di bangku kelas 12 SMK Gajah mada.

Sedangkan anak bungsu Hasan kini masih duduk di kelas 10 SMP di Pasuruan. “Anak ketiga saya bersekolah di Pasuruan. Di sana dia ikut neneknya,” kata Hasan. Hasan menambahkan, dia menggantungkan penghasilannya dari usaha isi ulang korek api tersebut. Selain pekerjaan itu, dia mengaku tidak punya pekerjaan lain. Sementara itu, sang istri mengambil peran sebagai ibu rumah tangga. “Kalau untuk biaya pendidikan, saya usahakan semampunya. Tidak ada pun harus dibuat ada,  walaupun harus utang,” cetusnya. (radar)

Baca :
Truk Tronton Vs Dua Motor di Banyuwangi, Satu Tewas