Telusuri 10 Km Tepian Kanal Peninggalan Belanda

0
496
HIJAU: Jalan di sepanjang tepi kanal di Kecamatan Bangorejo.
HIJAU: Jalan di sepanjang tepi kanal di Kecamatan Bangorejo.

Ajang balap sepeda internasional Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI) tak hanya memamerkan kekayaan alam Pantai Pulau Merah dan panorama Gunung Ijen. Peserta akan menyusuri jalanan asri di sepanjang kanal sejauh 10 kilometer di Kecamatan Tegalsari dan Bangorejo.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

ROMBONGAN tim survei BDTI terlihat berhenti selama beberapa di pertigaan Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari. Ada petugas yang mengecat jalan untuk rambu balapan. Sedang anggota rombongan lainnya mengamati pemandangan sungai yang ada di simpang tiga tersebut. Sungai Pekalen Sampean, begitu warga biasa menyebut kanal di sepanjang tepi jalan Desa Karangdoro ini tampak cukup lebar.

Air yang jernih pada sungai itu mengalir dengan tenang. Berjarak sekitar 100 meter dari jalan simpang tiga itu, tampak bendungan yang cukup kokoh. “Bendungan itu peninggalan Belanda,” ujar kepala Dinas Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo  Aliran sungai Pekalen Sampean ini hampir tidak pernah mati, kecuali pada hari tertentu karena jadwal rutin penggelontoran.

Loading...

Aliran sungai selebar sekitar 10 meter itu berada di sepanjang tepi jalan raya yang akan jadikan rute etape satu BTDI. “Peserta BTDI akan kita ajak menyusuri kanal peninggalan Belanda itu,” jelas Guntur. Jalan tepi sungai yang menjadi rute BTDI ini penuh dengan tanjakan. Setiap melintas pada tanjakan, pemandangan sungai akan tampak lebih bagus karena berada di bawah seperti jurang. “Sungai yang cukup lebar berada di bawah seperti jurang,” ungkapnya.

Pemandangan lain yang indah pada sungai ini adalah banyaknya pepohonan. Di sepanjang jalan yang ada di tepi sungai itu, dipenuhi pohon beraneka jenis yang umumnya sudah besar. ”Jalan di tepi sungai itu mulai Kecamatan Tegalsari sampai Kecamatan Bangorejo,” jelasnya. Dengan nada serius Guntur menyebut, kanal Pekalen Sampean itu dibangun semasa penjajahan Belanda. Sepanjang aliran sungai itu, ada beberapa bendungan yang hingga kini masih tetap utuh.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2