sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Cuaca buruk melanda perairan Selat Bali, Rabu (4/2), dan berdampak langsung pada aktivitas penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Akibat angin kencang yang disertai jarak pandang terbatas, otoritas pelabuhan terpaksa menutup sementara layanan penyeberangan demi alasan keselamatan.
Penutupan penyeberangan diberlakukan mulai pukul 14.45 WIB. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Koordinator Satuan Pelayanan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di perairan Selat Bali saat itu tidak memungkinkan untuk pelayaran.
“Dari laporan BMKG, kecepatan angin tercatat 1 sampai 6 knot dengan jarak pandang hanya sekitar 200 meter,” kata Bayu.
Meski tinggi gelombang terpantau relatif tenang di kisaran 0,1 meter, arus laut tercatat cukup kuat.
“Arus bergerak ke arah utara dengan kecepatan sekitar 84,0 sentimeter per detik,” imbuhnya.
Penutupan sementara tersebut berdampak pada meningkatnya antrean kendaraan di area Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Kendaraan yang hendak menyeberang ke Gilimanuk sempat tertahan dan mengantre menunggu kepastian pembukaan kembali layanan.
Meski demikian, Bayu memastikan kondisi kepadatan masih dalam batas terkendali.
Petugas pelabuhan terus melakukan pengaturan lalu lintas kendaraan agar antrean tidak meluber ke luar area pelabuhan.
Pada hari itu, kata Bayu, terdapat 28 kapal yang disiagakan untuk melayani penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Kapal-kapal tersebut beroperasi dengan pola delapan trip pulang pergi di Selat Bali.
“Jumlah armada mencukupi. Hanya saja, demi keselamatan, operasional harus dihentikan sementara saat cuaca tidak memungkinkan,” ujarnya.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Cuaca buruk melanda perairan Selat Bali, Rabu (4/2), dan berdampak langsung pada aktivitas penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Akibat angin kencang yang disertai jarak pandang terbatas, otoritas pelabuhan terpaksa menutup sementara layanan penyeberangan demi alasan keselamatan.
Penutupan penyeberangan diberlakukan mulai pukul 14.45 WIB. Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Koordinator Satuan Pelayanan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Ketapang, Bayu Kusumo Nugroho, menjelaskan bahwa kondisi cuaca di perairan Selat Bali saat itu tidak memungkinkan untuk pelayaran.
“Dari laporan BMKG, kecepatan angin tercatat 1 sampai 6 knot dengan jarak pandang hanya sekitar 200 meter,” kata Bayu.
Meski tinggi gelombang terpantau relatif tenang di kisaran 0,1 meter, arus laut tercatat cukup kuat.
“Arus bergerak ke arah utara dengan kecepatan sekitar 84,0 sentimeter per detik,” imbuhnya.
Penutupan sementara tersebut berdampak pada meningkatnya antrean kendaraan di area Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Kendaraan yang hendak menyeberang ke Gilimanuk sempat tertahan dan mengantre menunggu kepastian pembukaan kembali layanan.
Meski demikian, Bayu memastikan kondisi kepadatan masih dalam batas terkendali.
Petugas pelabuhan terus melakukan pengaturan lalu lintas kendaraan agar antrean tidak meluber ke luar area pelabuhan.
Pada hari itu, kata Bayu, terdapat 28 kapal yang disiagakan untuk melayani penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk.
Kapal-kapal tersebut beroperasi dengan pola delapan trip pulang pergi di Selat Bali.
“Jumlah armada mencukupi. Hanya saja, demi keselamatan, operasional harus dihentikan sementara saat cuaca tidak memungkinkan,” ujarnya.







