Tiga Tahun Timbun 20 Drum Aspal P2JD

0
463

tigaPURWOHARJO – Program Pemeliharaan Jalan Desa (P2JD) di sejumlah daerah di Banyuwangi diduga masih me nyisakan masalah. Sebagaimana yang terjadi di Desa Sumberasri, Kecamatan Purwoharjo. Puluhan drum berisi aspal disinyalir ditimbun di sebuah gedung bekas sekolah. Padahal, P2JD tersebut sudah dilaksanakan terakhir pa da tahun 2010 lalu.

Namun, puluhan drum berisi aspal tersebut masih tersisa dan belum dipergunakan sebagaimana mestinya hingga kemarin. Hasil penelusuran koran ini, aspal yang disimpan itu berjumlah 20 drum. Semua drum tersebut disimpan dalam se buah ruang kelas bekas SDN Sumberasri II yang berlokasi di samping lapangan. Tentu saja, beragam reaksi bermunculan mengenai penimbunan aspal tersebut.

Kepala Desa Sumbersari Suyatno menjelaskan, jika aspal tersebut memang belum digunakan. Pasalnya, saat itu
aspal yang dikirim dari pemerintah itu terlambat datang. ‘’Sudah ditunggu-tunggu, tapi pe ngiriman aspal terlambat,’’ ungkapnya kemarin. Menurut dia, sebelum aspal ter sebut dikirim, pengerjaan pro yek pembangunan jalan di desanya itu sudah berlangsung.

Karena itu, pengiriman as pal yang terakhir waktu perbaikan jalan sudah selesai. ‘’Karena datang terlambat, makanya disimpan,’’ terang Suyatno. Langkah menyimpan itu, sudah disetujui oleh pemerintah dae rah melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU). Karena itu, as p al yang disimpan itu tidak ada masalah. ‘’Untuk pemeliharaan selanjutnya. Mulai dulu di simpan dan tidak dijual,’’ tegasnya.

Ditanya mengenai berapa kilometer pengerjaan proyek yang sudah selesai dibangun, dia mengaku belum ingat secara rinci. Namun yang pasti, material merupakan hasil swadaya masyarakat. ‘’Aspal yang disimpan itu nggak ada swadaya, maka disimpan untuk pemeliharaan,’’ tandasnya. (radar)