Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Getaci Segera Dilelang, Pakai Teknologi LRB untuk Hadapi Medan Perbukitan dan Ancaman Gempa

tol-getaci-segera-dilelang,-pakai-teknologi-lrb-untuk-hadapi-medan-perbukitan-dan-ancaman-gempa
Tol Getaci Segera Dilelang, Pakai Teknologi LRB untuk Hadapi Medan Perbukitan dan Ancaman Gempa

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proyek Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap (Getaci) selangkah lagi memasuki tahap penting.

Dalam waktu dekat, proyek tol strategis ini akan dilelang kepada para calon investor dan ditargetkan mulai konstruksi pada tahun ini.

Tol Getaci menjadi proyek bersejarah karena merupakan jalan tol pertama yang membentang di wilayah Priangan Timur.

Tak hanya itu, proyek ini juga menarik perhatian karena akan menggunakan teknologi konstruksi canggih yang dirancang khusus untuk menghadapi medan berat dan potensi bencana alam di wilayah Jawa Barat selatan.

Pada tahap awal, Tol Getaci akan dibangun dari Gedebage (Kota Bandung) hingga Kota Tasikmalaya, sebelum nantinya tersambung penuh hingga Cilacap, Jawa Tengah.

Medan Berat Jadi Tantangan Utama Tol Getaci

Pembangunan Tol Getaci bukan proyek biasa. Ruas tol ini direncanakan membentang sepanjang sekitar 95,52 kilometer untuk tahap Gedebage–Tasikmalaya, dan 206,65 kilometer untuk keseluruhan trase hingga Cilacap.

Karakteristik wilayah yang dilalui didominasi perbukitan dan pegunungan, khususnya di kawasan Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, hingga Pangandaran.

Kondisi ini menuntut perencanaan konstruksi yang ekstra matang dan berbeda dibandingkan tol di wilayah dataran rendah.

Tak heran, sebagian besar ruas tol di wilayah ini akan dibangun dengan struktur elevated (layang) menggunakan tiang pancang yang kokoh, guna menyesuaikan kontur alam serta meminimalkan risiko longsor dan gempa.

Gunakan Teknologi Canggih Lead Rubber Bearing (LRB)

Teknologi utama yang akan diterapkan pada proyek Tol Getaci adalah Lead Rubber Bearing (LRB).

Kepastian penggunaan teknologi ini sudah disampaikan sejak 2023 oleh Menteri PUPR saat itu, Basuki Hadimuljono, bertepatan dengan peresmian pabrik LRB terbesar di Indonesia di Karawang, 30 Januari 2023.

LRB merupakan teknologi bantalan karet berinti timbal yang dilaminasi dengan pelat baja dan dipasang pada struktur jembatan maupun jalan layang.


Page 2


Page 3

Teknologi ini berfungsi sebagai peredam getaran sekaligus peningkat ketahanan struktur terhadap guncangan gempa.

Mengutip keterangan dari bpjt.pu.go.id, material karet pada LRB bertindak sebagai pegas, sementara inti timbal berfungsi meredam energi getaran.

Kombinasi ini membuat struktur memiliki periode getar lebih panjang dan respons guncangan yang lebih rendah.

Sudah Teruji di Banyak Proyek Nasional

Penggunaan teknologi LRB bukan hal baru di Indonesia. Sejumlah proyek infrastruktur strategis telah lebih dulu menerapkannya, antara lain:

  • Jalan Tol Pekanbaru–Dumai
  • Tol Layang Kelapa Gading
  • Tol Trans-Sumatera (Binjai–Pangkalan Brandan, Bangkinang–Koto Kampar)
  • Tol Layang Ir. Wiyoto Wiyono
  • Tol Layang AP Pettarani (Ujung Pandang)
  • Bogor Outer Ring Road
  • Tol Jakarta–Cikampek Elevated
  • MRT Lebak Bulus
  • LRT Jabodebek
  • Jembatan Holtekamp

Keberhasilan penerapan teknologi ini di berbagai proyek tersebut menjadi dasar kuat Kementerian PUPR memilih LRB untuk Tol Getaci.

Alasan Utama: Risiko Gempa dan Bencana Tinggi

Keputusan penggunaan LRB juga didasarkan pada kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Wilayah Jawa Barat bagian selatan dikenal memiliki tingkat aktivitas geologi dan risiko bencana yang cukup tinggi.

Data BNPB melalui laman Inarisk mencatat, sepanjang 2025 daerah dengan risiko bencana tinggi di Jawa Barat didominasi wilayah selatan, seperti Sukabumi, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Ciamis, dan Pangandaran.

Dengan kondisi tersebut, teknologi LRB dinilai sebagai solusi terbaik untuk meningkatkan ketahanan struktur tol terhadap gempa dan pergerakan tanah, sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

Komposisi Struktur Tol Getaci

Berdasarkan desain teknis yang telah disusun, struktur Tol Getaci dari Gedebage hingga Cilacap akan terdiri dari:

  • At grade (sejajar tanah): 175,27 km
  • Elevated (layang): 22,26 km
  • Pile slab: 9,12 km

Mengutip dari kanal YouTube Branding IT, struktur elevated akan lebih banyak dibangun di kawasan Garut–Tasikmalaya, karena kontur alamnya didominasi perbukitan dan pegunungan.

Sementara itu, di wilayah Cilacap, struktur tol akan didominasi at grade, kecuali pada titik-titik tertentu seperti perlintasan rel kereta api yang memerlukan jalan layang.