Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I Hampir Rampung, Paket Paiton–Besuki Tembus 97,66 Persen

tol-probolinggo–banyuwangi-tahap-i-hampir-rampung,-paket-paiton–besuki-tembus-97,66-persen
Tol Probolinggo–Banyuwangi Tahap I Hampir Rampung, Paket Paiton–Besuki Tembus 97,66 Persen

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo-Banyuwangi atau yang kini populer disebut Tol Prosiwangi (Probowangi) memasuki tahapan krusial di awal 2026.

Proyek strategis nasional ini menjadi kunci utama tersambungnya ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa melalui jaringan jalan tol.

Hingga akhir Januari 2026, progres pembangunan Tahap I yang mencakup ruas Gending hingga Besuki menunjukkan perkembangan signifikan.

Tahap ini terdiri dari tiga paket pekerjaan utama, yakni Paket 1 Gending–Kraksaan, Paket 2 Kraksaan–Paiton, dan Paket 3 Paiton–Besuki.

Paket 1 Gending–Kraksaan saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing.

Sejumlah pekerjaan minor seperti perapihan marka jalan, sistem drainase, serta perlengkapan jalan masih terus disempurnakan untuk memastikan kesiapan operasional.

Sementara itu, Paket 2 Kraksaan–Paiton progres fisiknya telah mendekati 100 persen. Ruas ini dinilai menjadi salah satu segmen krusial karena menghubungkan kawasan industri dan permukiman padat di wilayah pesisir utara Kabupaten Probolinggo.

Adapun Paket 3 Paiton–Besuki terus dikebut oleh PT Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor pelaksana. Hingga Januari 2026, progres konstruksi paket ini telah mencapai 97,66 persen.

Target penyelesaian konstruksi ditetapkan pada Maret 2026, sehingga seluruh Tahap I Tol Probowangi diharapkan dapat tersambung secara penuh.

Keberlanjutan pembangunan tol ini dinilai sangat strategis karena akan mempercepat konektivitas wilayah Tapal Kuda, sekaligus menjadi penghubung utama menuju Banyuwangi sebagai gerbang Jawa–Bali.

Seiring dengan progres tersebut, sejumlah ruas Tol Probowangi saat ini telah resmi beroperasi dan dikenakan tarif. Ruas yang sudah beroperasi penuh adalah segmen Pasuruan (Grati) hingga Gending.

Ruas ini telah menjadi pilihan utama pengguna jalan, khususnya angkutan logistik dan kendaraan pribadi yang menuju Probolinggo.

Berdasarkan penyesuaian tarif terbaru tahun 2026, untuk kendaraan Golongan I, tarif Tol Probowangi adalah sebagai berikut: rute Grati–Gending dikenakan tarif Rp52.000.

Sementara itu, perjalanan dari Gending ke Probolinggo Timur dikenakan tarif Rp12.000, Gending ke Probolinggo Barat Rp26.000, dan Gending ke Tongas sebesar Rp35.000.


Page 2

Secara keseluruhan, perjalanan dari Surabaya menuju Gending melalui jaringan tol memerlukan biaya sekitar Rp130.000 hingga Rp140.000, tergantung gerbang tol yang digunakan. Tarif ini dinilai sebanding dengan efisiensi waktu tempuh yang diperoleh pengguna jalan.

Dengan progres konstruksi yang hampir rampung, Tol Probolinggo–Banyuwangi juga diproyeksikan siap difungsionalkan secara terbatas untuk mendukung arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Fungsionalisasi ini diharapkan dapat mengurai kepadatan lalu lintas di jalur pantura Probolinggo–Situbondo yang selama ini menjadi titik rawan kemacetan saat musim mudik.

Keberadaan Tol Probowangi tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas, tetapi juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Tapal Kuda.

Akses logistik yang lebih cepat, pengembangan kawasan industri, hingga peningkatan sektor pariwisata Banyuwangi menjadi efek lanjutan dari tersambungnya tol hingga ujung timur Jawa.

Dengan penyelesaian Tahap I yang kian dekat, Tol Probolinggo–Banyuwangi semakin mengukuhkan posisinya sebagai proyek strategis yang mengubah wajah konektivitas Jawa Timur dan mempercepat integrasi ekonomi regional. (*)


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo-Banyuwangi atau yang kini populer disebut Tol Prosiwangi (Probowangi) memasuki tahapan krusial di awal 2026.

Proyek strategis nasional ini menjadi kunci utama tersambungnya ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa melalui jaringan jalan tol.

Hingga akhir Januari 2026, progres pembangunan Tahap I yang mencakup ruas Gending hingga Besuki menunjukkan perkembangan signifikan.

Tahap ini terdiri dari tiga paket pekerjaan utama, yakni Paket 1 Gending–Kraksaan, Paket 2 Kraksaan–Paiton, dan Paket 3 Paiton–Besuki.

Paket 1 Gending–Kraksaan saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing.

Sejumlah pekerjaan minor seperti perapihan marka jalan, sistem drainase, serta perlengkapan jalan masih terus disempurnakan untuk memastikan kesiapan operasional.

Sementara itu, Paket 2 Kraksaan–Paiton progres fisiknya telah mendekati 100 persen. Ruas ini dinilai menjadi salah satu segmen krusial karena menghubungkan kawasan industri dan permukiman padat di wilayah pesisir utara Kabupaten Probolinggo.

Adapun Paket 3 Paiton–Besuki terus dikebut oleh PT Wijaya Karya (WIKA) selaku kontraktor pelaksana. Hingga Januari 2026, progres konstruksi paket ini telah mencapai 97,66 persen.

Target penyelesaian konstruksi ditetapkan pada Maret 2026, sehingga seluruh Tahap I Tol Probowangi diharapkan dapat tersambung secara penuh.

Keberlanjutan pembangunan tol ini dinilai sangat strategis karena akan mempercepat konektivitas wilayah Tapal Kuda, sekaligus menjadi penghubung utama menuju Banyuwangi sebagai gerbang Jawa–Bali.

Seiring dengan progres tersebut, sejumlah ruas Tol Probowangi saat ini telah resmi beroperasi dan dikenakan tarif. Ruas yang sudah beroperasi penuh adalah segmen Pasuruan (Grati) hingga Gending.

Ruas ini telah menjadi pilihan utama pengguna jalan, khususnya angkutan logistik dan kendaraan pribadi yang menuju Probolinggo.

Berdasarkan penyesuaian tarif terbaru tahun 2026, untuk kendaraan Golongan I, tarif Tol Probowangi adalah sebagai berikut: rute Grati–Gending dikenakan tarif Rp52.000.

Sementara itu, perjalanan dari Gending ke Probolinggo Timur dikenakan tarif Rp12.000, Gending ke Probolinggo Barat Rp26.000, dan Gending ke Tongas sebesar Rp35.000.