sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proyek strategis nasional Jalan Tol Trans Jawa kini benar-benar memasuki babak akhir.
Pembangunan tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) yang menjadi rute pamungkas Trans Jawa terus dikebut, sekaligus menandai upaya menyambungkan ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa.
Tol Prosiwangi merupakan kelanjutan terakhir dari jaringan tol Trans Jawa yang membentang dari Provinsi Banten.
Saat ini, progres pembangunan telah memasuki kawasan Tampora, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.
Ruas tol Prosiwangi Banyuglugur–Ketapang Banyuwangi direncanakan memiliki panjang mencapai 110 kilometer.
Jalur ini menjadi bagian terpanjang dan paling krusial dalam penyempurnaan jaringan Trans Jawa.
600 Hektare Lahan Warga Terdampak
Untuk membangun ruas tol ratusan kilometer tersebut, kebutuhan lahan sangat besar.
Dikutip dari Jawa Pos, total kebutuhan tanah untuk proyek tol Prosiwangi mencapai sekitar 1.072 hektare.
Dari jumlah tersebut, sekitar 600 hektare atau hampir 50 persen merupakan lahan milik warga. Sisanya berasal dari tanah Perhutani dan tanah kas desa yang tersebar di sepanjang trase tol.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Prosiwangi wilayah Situbondo, Ahmad Soda, menyebut lahan warga yang terdampak sebagian besar berupa pemukiman dan lahan pertanian.
“Yang paling luas adalah tanah sawah,” ujar Ahmad Soda.
Saat ini, proses negosiasi dan pembebasan lahan milik warga sudah mulai dilakukan secara bertahap, seiring dengan penetapan trase final tol yang akan melintasi Kabupaten Situbondo.
Tol Membelah Perbukitan Banyuglugur–Besuki
Pengerjaan Tol Prosiwangi di Situbondo menunjukkan progres nyata.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, tampak jalan tol membelah kawasan perbukitan di Kecamatan Banyuglugur hingga Besuki.
Page 2
Kontur wilayah yang berbukit menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan tol ini.
Namun demikian, jalur tersebut dipilih untuk meminimalkan dampak terhadap permukiman padat penduduk sekaligus menyesuaikan kondisi geografis wilayah Tapal Kuda.
Tol Prosiwangi direncanakan akan tersambung penuh hingga Ketapang, Kabupaten Banyuwangi.
Kendati demikian, secara geografis ruas tol ini akan sepenuhnya melintasi wilayah Kabupaten Situbondo sebelum masuk Banyuwangi.
Berdasarkan data yang dikutip dari Jawa Pos, Tol Prosiwangi akan melintasi 14 kecamatan di Kabupaten Situbondo. Sementara itu, jumlah desa yang terdampak pembangunan tol mencapai 46 desa.
Meski belum dirinci desa mana saja yang akan dilalui, wilayah terdampak disebut membentang dari Kecamatan Banyuglugur di sisi barat hingga Kecamatan Banyuputih di sisi timur Situbondo.
Panjang ruas tol Banyuglugur Situbondo hingga Ketapang Banyuwangi diperkirakan mencapai 110 kilometer, menjadikannya salah satu ruas tol terpanjang di Jawa Timur.
Sisa Tol Trans Jawa 175 Kilometer
Tol Probolinggo–Banyuwangi (Prosiwangi) memang menjadi rute terakhir dari keseluruhan jaringan Tol Trans Jawa.
Tol Trans Jawa sendiri merupakan jalan tol terpanjang di Pulau Jawa yang menghubungkan Provinsi Banten hingga Jawa Timur.
Jika Tol Prosiwangi rampung sepenuhnya, maka jaringan Tol Trans Jawa akan resmi menyambungkan ujung barat Pulau Jawa di Banten dengan ujung timur di Banyuwangi.
Namun hingga kini, sisa pengerjaan Trans Jawa masih terus berlangsung.
Mengacu pada data Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Kementerian Keuangan, panjang ruas tol yang belum terbangun mencapai sekitar 175,4 kilometer.
Ruas sepanjang 175 kilometer tersebut seluruhnya merupakan bagian dari Tol Prosiwangi yang menghubungkan Gending, Probolinggo hingga Ketapang, Banyuwangi.
Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi
Keberadaan Tol Prosiwangi diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat, memangkas waktu tempuh, serta memperlancar distribusi barang dan jasa dari Banten hingga Banyuwangi.
Dengan konektivitas yang semakin terintegrasi, proyek pamungkas Tol Trans Jawa ini diharapkan menjadi roda penggerak baru perekonomian Pulau Jawa, khususnya di kawasan Tapal Kuda dan Jawa Timur bagian timur. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proyek strategis nasional Jalan Tol Trans Jawa kini benar-benar memasuki babak akhir.
Pembangunan tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) yang menjadi rute pamungkas Trans Jawa terus dikebut, sekaligus menandai upaya menyambungkan ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa.
Tol Prosiwangi merupakan kelanjutan terakhir dari jaringan tol Trans Jawa yang membentang dari Provinsi Banten.
Saat ini, progres pembangunan telah memasuki kawasan Tampora, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.
Ruas tol Prosiwangi Banyuglugur–Ketapang Banyuwangi direncanakan memiliki panjang mencapai 110 kilometer.
Jalur ini menjadi bagian terpanjang dan paling krusial dalam penyempurnaan jaringan Trans Jawa.
600 Hektare Lahan Warga Terdampak
Untuk membangun ruas tol ratusan kilometer tersebut, kebutuhan lahan sangat besar.
Dikutip dari Jawa Pos, total kebutuhan tanah untuk proyek tol Prosiwangi mencapai sekitar 1.072 hektare.
Dari jumlah tersebut, sekitar 600 hektare atau hampir 50 persen merupakan lahan milik warga. Sisanya berasal dari tanah Perhutani dan tanah kas desa yang tersebar di sepanjang trase tol.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Prosiwangi wilayah Situbondo, Ahmad Soda, menyebut lahan warga yang terdampak sebagian besar berupa pemukiman dan lahan pertanian.
“Yang paling luas adalah tanah sawah,” ujar Ahmad Soda.
Saat ini, proses negosiasi dan pembebasan lahan milik warga sudah mulai dilakukan secara bertahap, seiring dengan penetapan trase final tol yang akan melintasi Kabupaten Situbondo.
Tol Membelah Perbukitan Banyuglugur–Besuki
Pengerjaan Tol Prosiwangi di Situbondo menunjukkan progres nyata.
Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, tampak jalan tol membelah kawasan perbukitan di Kecamatan Banyuglugur hingga Besuki.








