sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Rencana pembangunan jalan tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) semakin menunjukkan progres yang signifikan.
Setelah sebagian ruas tol terbangun di wilayah barat, seperti Kecamatan Besuki di Kabupaten Situbondo, kini giliran Banyuwangi yang bersiap menjadi tujuan akhir proyek strategis nasional tersebut.
Sejumlah tahapan penting telah dilalui sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, proses perencanaan dan pengadaan lahan sudah dimulai sejak 2020.
Mulai dari dialog publik, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pemantapan wilayah yang akan terdampak pembangunan tol terus dilakukan secara bertahap.
Pejabat Pembuat Kebijakan Pengadaan Tanah Jalan Tol Prosiwangi Seksi III, Pungki Enggar, menyebutkan bahwa pembangunan jalan tol Prosiwangi di wilayah Banyuwangi telah memiliki kejelasan trase dan panjang ruas.
“Untuk wilayah Banyuwangi, panjang jalan tol Prosiwangi mencapai 32,26 kilometer,” ujar Enggar.
Ia menjelaskan, ruas tol tersebut akan membentang dari Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, hingga Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro.
Jalur ini sekaligus menjadi penghubung strategis antara Kabupaten Situbondo dan pusat aktivitas ekonomi di Banyuwangi bagian utara.
Penentuan panjang dan jalur tol tersebut sebenarnya sudah dirancang sejak masa pemerintahan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Saat itu, tol Prosiwangi diproyeksikan sebagai tulang punggung konektivitas wilayah tapal kuda hingga ujung timur Pulau Jawa.
Jalan tol Prosiwangi sendiri merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Jawa dan menjadi tahap akhir pembangunan tol yang menghubungkan wilayah barat hingga timur Pulau Jawa.
Kehadiran tol ini nantinya akan memangkas waktu tempuh antar daerah secara signifikan.
“Tol Prosiwangi adalah ruas pamungkas Trans Jawa. Fungsinya sangat strategis untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah,” jelas Enggar.
Dengan tersambungnya Banyuwangi ke jaringan tol nasional, pemerintah berharap arus distribusi logistik, mobilitas masyarakat, hingga sektor pariwisata dapat tumbuh lebih cepat. Banyuwangi yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional dinilai membutuhkan akses transportasi yang lebih efisien.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Rencana pembangunan jalan tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) semakin menunjukkan progres yang signifikan.
Setelah sebagian ruas tol terbangun di wilayah barat, seperti Kecamatan Besuki di Kabupaten Situbondo, kini giliran Banyuwangi yang bersiap menjadi tujuan akhir proyek strategis nasional tersebut.
Sejumlah tahapan penting telah dilalui sejak beberapa tahun lalu. Bahkan, proses perencanaan dan pengadaan lahan sudah dimulai sejak 2020.
Mulai dari dialog publik, sosialisasi kepada masyarakat, hingga pemantapan wilayah yang akan terdampak pembangunan tol terus dilakukan secara bertahap.
Pejabat Pembuat Kebijakan Pengadaan Tanah Jalan Tol Prosiwangi Seksi III, Pungki Enggar, menyebutkan bahwa pembangunan jalan tol Prosiwangi di wilayah Banyuwangi telah memiliki kejelasan trase dan panjang ruas.
“Untuk wilayah Banyuwangi, panjang jalan tol Prosiwangi mencapai 32,26 kilometer,” ujar Enggar.
Ia menjelaskan, ruas tol tersebut akan membentang dari Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, hingga Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro.
Jalur ini sekaligus menjadi penghubung strategis antara Kabupaten Situbondo dan pusat aktivitas ekonomi di Banyuwangi bagian utara.
Penentuan panjang dan jalur tol tersebut sebenarnya sudah dirancang sejak masa pemerintahan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Saat itu, tol Prosiwangi diproyeksikan sebagai tulang punggung konektivitas wilayah tapal kuda hingga ujung timur Pulau Jawa.
Jalan tol Prosiwangi sendiri merupakan bagian dari jaringan Tol Trans Jawa dan menjadi tahap akhir pembangunan tol yang menghubungkan wilayah barat hingga timur Pulau Jawa.
Kehadiran tol ini nantinya akan memangkas waktu tempuh antar daerah secara signifikan.
“Tol Prosiwangi adalah ruas pamungkas Trans Jawa. Fungsinya sangat strategis untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah,” jelas Enggar.
Dengan tersambungnya Banyuwangi ke jaringan tol nasional, pemerintah berharap arus distribusi logistik, mobilitas masyarakat, hingga sektor pariwisata dapat tumbuh lebih cepat. Banyuwangi yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata nasional dan internasional dinilai membutuhkan akses transportasi yang lebih efisien.








