sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Keindahan jalan tol di Indonesia kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, ruas Tol Salatiga–Semarang di Jawa Tengah mencuri perhatian berkat panorama alamnya yang memukau.
Keindahan tol tersebut bahkan kerap disandingkan dengan Tol Prosiwangi (Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi) di Jawa Timur yang dikenal memiliki bentang alam eksotis.
Salah satu titik yang paling mencuri perhatian adalah Gerbang Tol Salatiga. Dari area ini, pengendara disuguhi pemandangan megah Gunung Merbabu yang berdiri gagah di kejauhan.
Lanskap pegunungan yang menjadi latar belakang gerbang tol tersebut menciptakan nuansa perjalanan yang berbeda dan jarang ditemui di ruas tol lainnya.
Tak hanya di gerbang tol, sensasi perjalanan di sepanjang ruas Tol Salatiga–Semarang juga terasa istimewa.
Jalan tol yang menghubungkan akses Semarang–Solo ini membelah kawasan perbukitan, menghadirkan pemandangan alam terbuka yang memanjakan mata sejak memasuki wilayah Bawen hingga Salatiga.
Keindahan panorama yang tersaji bukan sekadar pelengkap perjalanan. Banyak pengendara mengaku merasa lebih rileks dan nyaman saat melintas, terutama ketika cuaca cerah dan Gunung Merbabu terlihat jelas tanpa tertutup kabut.
Fenomena tersebut juga ramai dibicarakan di media sosial. Berbagai unggahan foto dan video tentang keindahan Tol Salatiga kerap viral di berbagai platform.
Tidak sedikit pengguna jalan yang sengaja memperlambat laju kendaraan, bahkan berhenti sejenak di area tertentu, untuk mengabadikan momen dengan latar belakang gunung yang ikonik.
“View-nya luar biasa, seperti sedang melintas di jalur wisata, bukan sekadar jalan tol,” tulis salah satu pengguna media sosial dalam unggahan yang menuai ribuan respons.
Daya tarik visual ini membuat Tol Salatiga sering menjadi bahan perbincangan warganet.
Keindahan alam yang berpadu dengan infrastruktur modern dinilai sebagai contoh sukses pembangunan jalan tol yang tetap selaras dengan lanskap sekitar.
Sebagai informasi, Tol Bawen–Salatiga memang dibangun melintasi kawasan perbukitan dengan kontur tanah yang cukup menantang.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Keindahan jalan tol di Indonesia kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini, ruas Tol Salatiga–Semarang di Jawa Tengah mencuri perhatian berkat panorama alamnya yang memukau.
Keindahan tol tersebut bahkan kerap disandingkan dengan Tol Prosiwangi (Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi) di Jawa Timur yang dikenal memiliki bentang alam eksotis.
Salah satu titik yang paling mencuri perhatian adalah Gerbang Tol Salatiga. Dari area ini, pengendara disuguhi pemandangan megah Gunung Merbabu yang berdiri gagah di kejauhan.
Lanskap pegunungan yang menjadi latar belakang gerbang tol tersebut menciptakan nuansa perjalanan yang berbeda dan jarang ditemui di ruas tol lainnya.
Tak hanya di gerbang tol, sensasi perjalanan di sepanjang ruas Tol Salatiga–Semarang juga terasa istimewa.
Jalan tol yang menghubungkan akses Semarang–Solo ini membelah kawasan perbukitan, menghadirkan pemandangan alam terbuka yang memanjakan mata sejak memasuki wilayah Bawen hingga Salatiga.
Keindahan panorama yang tersaji bukan sekadar pelengkap perjalanan. Banyak pengendara mengaku merasa lebih rileks dan nyaman saat melintas, terutama ketika cuaca cerah dan Gunung Merbabu terlihat jelas tanpa tertutup kabut.
Fenomena tersebut juga ramai dibicarakan di media sosial. Berbagai unggahan foto dan video tentang keindahan Tol Salatiga kerap viral di berbagai platform.
Tidak sedikit pengguna jalan yang sengaja memperlambat laju kendaraan, bahkan berhenti sejenak di area tertentu, untuk mengabadikan momen dengan latar belakang gunung yang ikonik.
“View-nya luar biasa, seperti sedang melintas di jalur wisata, bukan sekadar jalan tol,” tulis salah satu pengguna media sosial dalam unggahan yang menuai ribuan respons.
Daya tarik visual ini membuat Tol Salatiga sering menjadi bahan perbincangan warganet.
Keindahan alam yang berpadu dengan infrastruktur modern dinilai sebagai contoh sukses pembangunan jalan tol yang tetap selaras dengan lanskap sekitar.
Sebagai informasi, Tol Bawen–Salatiga memang dibangun melintasi kawasan perbukitan dengan kontur tanah yang cukup menantang.








