Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tol Prosiwangi Pangkas Waktu Tempuh Banyuwangi–Probolinggo Jadi 2 Jam, Akses ke Bali Makin Mudah

tol-prosiwangi-pangkas-waktu-tempuh-banyuwangi–probolinggo-jadi-2-jam,-akses-ke-bali-makin-mudah
Tol Prosiwangi Pangkas Waktu Tempuh Banyuwangi–Probolinggo Jadi 2 Jam, Akses ke Bali Makin Mudah

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Perjalanan darat dari Banyuwangi menuju Probolinggo kini tak lagi memakan waktu berjam-jam.

Dengan hadirnya jalan tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi), waktu tempuh antardaerah di Jawa Timur bagian timur dipangkas drastis, dari semula mencapai 4–5 jam menjadi hanya sekitar 2 jam.

Sebelumnya, perjalanan Banyuwangi–Probolinggo harus melalui jalur Pantai Utara (Pantura) yang kerap padat, terutama saat musim liburan dan akhir pekan.

Kemacetan di sejumlah titik membuat waktu tempuh sulit diprediksi dan sering kali melelahkan.

Kini, kondisi tersebut mulai terurai dengan kehadiran tol Prosiwangi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) secara terbuka mengungkapkan efisiensi waktu yang dihasilkan dari jalan tol tersebut.

“Probolinggo–Banyuwangi dari 5 jam melalui jalan arteri menjadi hanya 2 jam lewat tol Prosiwangi,” tulis akun resmi Instagram @pupr_bpjt.

Percepatan waktu tempuh ini sejalan dengan tujuan utama pembangunan tol Prosiwangi, yakni pemerataan pembangunan dan peningkatan konektivitas antardaerah.

Tol ini menjadi penghubung strategis kawasan tapal kuda, sekaligus mendukung mobilitas logistik, pariwisata, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Saat ini, pembangunan tol Prosiwangi masih dihentikan sementara di wilayah Kabupaten Situbondo, tepatnya di Kecamatan Suboh.

Suboh untuk sementara menjadi titik akhir jalan tol. Pengendara yang ingin menggunakan tol Prosiwangi dapat masuk atau keluar melalui exit tol Suboh.

Sementara itu, pembangunan tol ke arah timur menuju Banyuwangi belum dimulai dan masih menunggu kepastian lebih lanjut.

Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa tol Prosiwangi tetap direncanakan sebagai sambungan dari jalan tol Trans Jawa hingga ke ujung timur Pulau Jawa.

Pada 2026 ini, jalan tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi masih terus diupayakan penyelesaiannya.

Melalui PT Jasa Marga, disampaikan bahwa pengoperasian tol Prosiwangi tidak akan berhenti hanya sampai Probolinggo.

Sumber: Instagram @pupr_bpjt


Page 2

Ketidakpastian waktu tiba yang kerap terjadi di jalur Pantura juga dapat ditekan.

Dengan tol Prosiwangi, pengguna jalan dapat merencanakan jadwal perjalanan dengan lebih akurat.

Ini penting bagi wisatawan yang harus menyesuaikan waktu check-in hotel, penyeberangan ke Bali, hingga agenda perjalanan lainnya.

Meski dikenakan tarif tol, pengguna justru bisa menghemat pengeluaran dari sisi bahan bakar.

Berkendara dengan kecepatan stabil di jalan tol terbukti lebih hemat BBM dibandingkan kondisi stop-and-go di jalur arteri.

Bahkan, pemilik kendaraan bisa menghemat hingga 20–30 persen biaya BBM dalam jangka panjang.

Selain itu, tol Prosiwangi juga dilengkapi dengan rest area modern. Fasilitas seperti SPBU, restoran, masjid, toilet bersih, hingga area bermain anak tersedia untuk menunjang kenyamanan pengguna jalan.

Rest area ini juga menawarkan pemandangan alam khas Jawa Timur yang menarik.

Bagi content creator dan travel blogger, rest area tol Prosiwangi menjadi spot menarik untuk mengabadikan momen perjalanan. Keindahan alam yang tersaji menjadi daya tarik tersendiri.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, tol Prosiwangi tak hanya menjadi jalan alternatif, tetapi juga simbol kemajuan infrastruktur Indonesia.

Jalan tol ini menjadikan perjalanan darat dari Jawa Timur hingga Bali lebih cepat, nyaman, dan terencana.

Ke depan, tol Prosiwangi diproyeksikan menjadi ikon baru konektivitas Jawa Timur, sekaligus pilihan utama bagi pelancong modern yang mengutamakan efisiensi, kenyamanan, dan kepastian perjalanan. (*)

Sumber: Instagram @pupr_bpjt


Page 3

Direktur Utama PT Jasa Marga Prosiwangi, Adi Prasetyanto, menyampaikan bahwa pada tahap selanjutnya tol akan beroperasi hingga Situbondo.

“Jadi nanti kita tahun depan mengoperasikannya tidak cuma sampai Paiton, tetapi sampai ke Besuki,” ujarnya.

Besuki yang berada di wilayah Situbondo bagian timur saat ini disiapkan menjadi titik penting pengembangan tol Prosiwangi.

Kecamatan Suboh, yang berada di sebelah timur Besuki, sementara ini menjadi ujung operasional jalan tol.

Kabar tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat dan para pengguna jalan.

Dengan beroperasinya tol hingga Situbondo, jarak tempuh akan semakin singkat dan ketergantungan terhadap jalur Pantura dapat dikurangi.

Tak hanya itu, tol Prosiwangi juga membuka peluang baru bagi perjalanan darat menuju Pulau Dewata.

Bagi pelancong yang memilih menggunakan kendaraan pribadi dari Pulau Jawa ke Bali, tol ini menjadi opsi rute yang jauh lebih nyaman dan efisien.

Berdasarkan data terbaru, progres pembangunan tol Prosiwangi untuk paket 3 per Agustus lalu telah mencapai 89 persen.

Secara keseluruhan, tol sepanjang 163,8 kilometer ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh Probolinggo–Banyuwangi menjadi sekitar 2 hingga 2,5 jam.

Efisiensi waktu ini sangat dirasakan manfaatnya, terutama bagi keluarga yang bepergian dengan anak kecil.

Perjalanan yang lebih singkat mengurangi kelelahan dan keluhan selama di perjalanan. Bagi pekerja yang memanfaatkan libur singkat, waktu liburan pun bisa dimaksimalkan.

Dari sisi kenyamanan, kualitas jalan tol Prosiwangi yang mulus memberikan pengalaman berkendara jauh lebih baik dibandingkan jalur konvensional.

Permukaan jalan yang halus mengurangi getaran, membuat penumpang bisa beristirahat lebih nyaman, apalagi perjalanan ke Bali sering kali memakan waktu belasan jam.

Desain jalan tol yang modern, rambu lalu lintas yang jelas, serta pencahayaan yang memadai juga meningkatkan faktor keselamatan, khususnya saat berkendara malam hari. Hal ini menjadi nilai tambah bagi pengguna jalan.

Sumber: Instagram @pupr_bpjt