sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Memasuki hari ke-3 Ramadan 1447 Hijriah, semangat ibadah umat Muslim di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih terasa hangat.
Masjid-masjid kembali dipenuhi jemaah, lantunan tadarus menggema selepas tarawih, dan yang tak kalah dinanti saban sore: momen buka puasa.
Bagi warga yang berdomisili di Kota Pelajar maupun tengah berkunjung ke Kota Gudeg, mengetahui jadwal imsakiyah menjadi hal krusial.
Terutama untuk memastikan sahur tidak terlambat dan waktu berbuka puasa tepat sesuai ketentuan syariat.
Berdasarkan jadwal resmi Kementerian Agama, waktu imsak dan salat untuk Sabtu, 21 Februari 2026, berlaku seragam di seluruh wilayah DIY, meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulon Progo.
Jadwal Imsakiyah Jogja, Sabtu 21 Februari 2026
Berikut rincian waktu penting yang perlu diperhatikan:
-
Imsak: 04.16 WIB
-
Subuh: 04.26 WIB
-
Dhuha: 06.07 WIB
-
Maghrib (Buka Puasa): 18.03 WIB
Waktu Maghrib pukul 18.03 WIB menjadi penanda berakhirnya puasa hari ke-4 Ramadan.
Detik-detik menjelang azan berkumandang biasanya diisi dengan doa dan persiapan hidangan takjil sederhana—kurma, air putih, atau teh hangat.
Di berbagai sudut Jogja, suasana sore menjelang berbuka selalu menghadirkan nuansa khas.
Kawasan Malioboro, Alun-Alun Kidul, hingga kampung-kampung padat penduduk dipenuhi warga yang berburu takjil.
Page 2
Sabtu, 21 Februari 2026 | 08:00 WIB
Page 3
Aroma kolak, gorengan, dan wedang ronde bercampur dengan semilir angin senja.
Memahami Perbedaan Imsak dan Subuh
Masih banyak masyarakat yang keliru memahami istilah imsak. Sebagian mengira imsak adalah awal dimulainya puasa.
Padahal secara fikih, puasa dimulai sejak terbitnya fajar shadiq yang ditandai dengan azan Subuh.
Imsak sendiri ditetapkan sekitar 10 menit sebelum Subuh. Fungsinya sebagai “lampu kuning” atau batas kehati-hatian agar umat Muslim segera menghentikan makan dan minum.
Dengan jeda tersebut, umat Muslim memiliki waktu untuk:
-
Mengakhiri santap sahur dengan tenang
-
Minum air putih terakhir
-
Membersihkan diri dan bersiap salat Subuh
-
Melafazkan niat puasa tanpa tergesa-gesa
Kehadiran jadwal imsakiyah membantu menjaga ketertiban ibadah, terutama di tengah kesibukan aktivitas harian masyarakat perkotaan.
Menanti Momen Buka Puasa di Kota Gudeg
Ramadan di Yogyakarta selalu menghadirkan warna tersendiri. Selain tradisi keagamaan yang kental, kebersamaan keluarga saat berbuka menjadi momen yang paling dinantikan.
Pukul 18.03 WIB, ketika azan Maghrib berkumandang, suasana kota seketika berubah.
Lalu lintas yang padat mendadak melambat, warung dan restoran serentak menyajikan menu berbuka, dan masjid-masjid kembali dipenuhi jemaah.
Momentum buka puasa bukan hanya tentang menghilangkan lapar dan dahaga. Ia menjadi simbol kemenangan kecil setelah seharian menahan diri, sekaligus ruang mempererat silaturahmi.
Memasuki hari ke-4 Ramadan 1447 H, menjaga ketepatan waktu imsak dan berbuka menjadi bagian dari kesempurnaan ibadah.







