sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Warga dan petugas dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan Pantai Plengkung, wilayah Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Kamis (19/2).
Jenazah pria yang kemudian disebut sebagai Mister X itu ditemukan mengambang di tepi pantai dalam kondisi sudah membusuk. Saat pertama kali ditemukan, tubuh korban sudah sulit dikenali.
Kapolsek Tegaldlimo, AKP Sadimun, membenarkan adanya temuan mayat tersebut. Menurutnya, informasi awal diterima dari nelayan yang melintas di sekitar lokasi.
“Awalnya petugas TNAP mendapatkan informasi dari nelayan tentang adanya mayat yang mengapung di pantai. Berdasarkan informasi itu, petugas TNAP melaporkan ke Polsek Tegaldlimo,” katanya, Jumat (20/2).
Tim Gabungan Lakukan Pemeriksaan Awal
Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tegaldlimo, petugas TNAP, serta tim medis dari Puskesmas Kedungwungu segera menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Sesampainya di lokasi, tim melakukan pemeriksaan tahap awal terhadap kondisi jenazah.
Namun, proses identifikasi terkendala karena kondisi tubuh korban sudah membusuk cukup parah.
“Jenazah sudah tidak dapat dikenali. Untuk ciri-ciri, jenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 150 centimeter,” ujar Sadimun.
Selain memastikan jenis kelamin dan perkiraan tinggi badan, petugas juga memeriksa kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan.
Namun, untuk memastikan penyebab kematian, diperlukan pemeriksaan lanjutan secara medis.
Dievakuasi ke RSUD Blambangan
Setelah pemeriksaan awal di lokasi, jenazah kemudian dievakuasi oleh tim gabungan.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi tubuh korban yang sudah mengalami pembusukan.
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Warga dan petugas dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan Pantai Plengkung, wilayah Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Kamis (19/2).
Jenazah pria yang kemudian disebut sebagai Mister X itu ditemukan mengambang di tepi pantai dalam kondisi sudah membusuk. Saat pertama kali ditemukan, tubuh korban sudah sulit dikenali.
Kapolsek Tegaldlimo, AKP Sadimun, membenarkan adanya temuan mayat tersebut. Menurutnya, informasi awal diterima dari nelayan yang melintas di sekitar lokasi.
“Awalnya petugas TNAP mendapatkan informasi dari nelayan tentang adanya mayat yang mengapung di pantai. Berdasarkan informasi itu, petugas TNAP melaporkan ke Polsek Tegaldlimo,” katanya, Jumat (20/2).
Tim Gabungan Lakukan Pemeriksaan Awal
Mendapat laporan tersebut, aparat kepolisian langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tegaldlimo, petugas TNAP, serta tim medis dari Puskesmas Kedungwungu segera menuju tempat kejadian perkara (TKP).
Sesampainya di lokasi, tim melakukan pemeriksaan tahap awal terhadap kondisi jenazah.
Namun, proses identifikasi terkendala karena kondisi tubuh korban sudah membusuk cukup parah.
“Jenazah sudah tidak dapat dikenali. Untuk ciri-ciri, jenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan sekitar 150 centimeter,” ujar Sadimun.
Selain memastikan jenis kelamin dan perkiraan tinggi badan, petugas juga memeriksa kemungkinan adanya tanda-tanda kekerasan.
Namun, untuk memastikan penyebab kematian, diperlukan pemeriksaan lanjutan secara medis.
Dievakuasi ke RSUD Blambangan
Setelah pemeriksaan awal di lokasi, jenazah kemudian dievakuasi oleh tim gabungan.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi tubuh korban yang sudah mengalami pembusukan.








