sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyiapkan diri menjadi tuan rumah sejumlah agenda besar sepanjang 2026.
Langkah ini diproyeksikan sebagai strategi utama menghidupkan kembali sektor pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis event berkelanjutan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan tahun 2026 akan menjadi momentum kebangkitan wajah pariwisata daerah.
Menurutnya, Jember tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisata, tetapi juga efek ekonomi langsung bagi masyarakat melalui perputaran usaha lokal.
Dua Event Dunia Jadi Andalan
Fokus utama pemerintah daerah saat ini tertuju pada dua agenda berskala internasional yang telah memiliki reputasi global, yakni Jember Fashion Carnaval dan Asian Marching Band Confederation Marching Music Sport.
Seperti dilansir dari Radar Jember, kedua kegiatan tersebut diperkirakan menghadirkan ribuan peserta, official, serta wisatawan mancanegara ke Jember.
“Dua agenda internasional yang akan digelar di Jember, yaitu Jember Fashion Carnaval dan Marching Music Sport dari Asian Marching Band Confederation,” ujar Fawait dalam rapat koordinasi bersama stakeholder di Pendapa Wahyawibawahraha.
Ia menyebut momentum tersebut sebagai peluang emas untuk mengangkat nama Jember ke panggung internasional.
Persiapan Teknis Harus Presisi
Pemkab menekankan seluruh detail penyelenggaraan harus dirancang matang, mulai kesiapan venue, keamanan, transportasi, hingga pengalaman wisata bagi tamu.
“Dua event ini adalah peluang besar untuk membawa nama Jember ke panggung internasional. Setiap detail harus dipersiapkan matang agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran Marching Music Sport juga diharapkan menjadi warna baru yang memperkuat citra Jember sebagai kota event dunia, melengkapi reputasi JFC yang telah melegenda.
Efek Domino untuk Ekonomi Rakyat
Page 2
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Jember mulai menyiapkan diri menjadi tuan rumah sejumlah agenda besar sepanjang 2026.
Langkah ini diproyeksikan sebagai strategi utama menghidupkan kembali sektor pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis event berkelanjutan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan tahun 2026 akan menjadi momentum kebangkitan wajah pariwisata daerah.
Menurutnya, Jember tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisata, tetapi juga efek ekonomi langsung bagi masyarakat melalui perputaran usaha lokal.
Dua Event Dunia Jadi Andalan
Fokus utama pemerintah daerah saat ini tertuju pada dua agenda berskala internasional yang telah memiliki reputasi global, yakni Jember Fashion Carnaval dan Asian Marching Band Confederation Marching Music Sport.
Seperti dilansir dari Radar Jember, kedua kegiatan tersebut diperkirakan menghadirkan ribuan peserta, official, serta wisatawan mancanegara ke Jember.
“Dua agenda internasional yang akan digelar di Jember, yaitu Jember Fashion Carnaval dan Marching Music Sport dari Asian Marching Band Confederation,” ujar Fawait dalam rapat koordinasi bersama stakeholder di Pendapa Wahyawibawahraha.
Ia menyebut momentum tersebut sebagai peluang emas untuk mengangkat nama Jember ke panggung internasional.
Persiapan Teknis Harus Presisi
Pemkab menekankan seluruh detail penyelenggaraan harus dirancang matang, mulai kesiapan venue, keamanan, transportasi, hingga pengalaman wisata bagi tamu.
“Dua event ini adalah peluang besar untuk membawa nama Jember ke panggung internasional. Setiap detail harus dipersiapkan matang agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran Marching Music Sport juga diharapkan menjadi warna baru yang memperkuat citra Jember sebagai kota event dunia, melengkapi reputasi JFC yang telah melegenda.
Efek Domino untuk Ekonomi Rakyat








