Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tragis! Pendaki Remaja Magelang Ditemukan Meninggal 50 Meter dari Puncak Slamet

tragis!-pendaki-remaja-magelang-ditemukan-meninggal-50-meter-dari-puncak-slamet
Tragis! Pendaki Remaja Magelang Ditemukan Meninggal 50 Meter dari Puncak Slamet

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pendaki Gunung Slamet yang sempat dilaporkan hilang selama 17 hari, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 2026.

Korban merupakan warga Perum Depkes, Kelurahan Kramet Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Informasi penemuan jenazah Ali dikonfirmasi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, setelah menerima laporan langsung dari Tim SAR Gabungan yang bertugas di puncak Gunung Slamet.

Baca Juga: RSU Bhakti Husada Krikilan Raih Rating 4,9 Bintang Google Review Awal 2026, Bukti Pelayanan Prima Berbasis AKHLAK

Ditemukan di Tebing Kawah Gunung Slamet

Jenazah Syafiq Ali ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di area Watu Langgar, Punggungan Gunung Malang, Kabupaten Pemalang.

Lokasi penemuan berada di tebing kawah puncak Gunung Slamet, dengan perkiraan jarak sekitar 50 meter dari puncak.

Menurut Catur, posisi jenazah berada di tebing kawah, bukan di dasar kawah.

Korban ditemukan dalam kondisi terbaring dan sudah meninggal dunia.

Medan di lokasi tersebut dikenal sangat terjal dan sulit dijangkau, sehingga proses evakuasi memerlukan waktu panjang dan kehati-hatian tinggi.

Baca Juga: VR46 Bikin Geger! Livery MotoGP 2026 Valentino Rossi Kembali ke Warna Legendaris

Proses Evakuasi Diperkirakan 15 Jam

Tim SAR Gabungan Tahap Kedua menemukan korban setelah melakukan penyisiran intensif selama dua hari di kawasan puncak.

Meski korban telah ditemukan, proses evakuasi diperkirakan memakan waktu sekitar 15 jam akibat kondisi medan yang ekstrem serta cuaca yang tidak menentu.

Setelah berhasil dievakuasi dari tebing kawah, jenazah rencananya akan dibawa ke Basecamp Dipajaya, kemudian menuju RSUD Pemalang untuk proses pemulasaraan sebelum dipulangkan ke rumah duka di Kota Magelang.

Baca Juga: Drama Adu Penalti! Maroko Singkirkan Nigeria dan Melaju ke Final Piala Afrika 2025


Page 2

Syafiq Ali melakukan pendakian Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran (18), melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada 27 Desember 2025.

Keduanya dijadwalkan kembali ke basecamp pada 28 Desember 2025.

Namun, hingga pukul 21.00 WIB, mereka tidak kunjung turun.

Laporan kehilangan kemudian diterima pengelola jalur pendakian dan diteruskan kepada Tim SAR.

Pada 30 Desember 2025, Himawan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat meski mengalami kelelahan dan keram kaki.

Sementara itu, pencarian terhadap Syafiq Ali terus dilanjutkan hingga akhirnya ditemukan pada 14 Januari 2026.

Baca Juga: Mimpi Buruk Debut Arbeloa! Real Madrid Tersingkir dari Copa del Rey oleh Tim Divisi Dua

Pemkot Magelang Lakukan Pendampingan Penuh

Pemerintah Kota Magelang memastikan pendampingan penuh terhadap proses evakuasi hingga pemakaman almarhum.

Pemkot juga berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pemalang, BPBD Kota Magelang, PMI, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan pemulangan jenazah berjalan lancar.

Jenazah Syafiq Ali direncanakan akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Sidotopo, Kecamatan Magelang Utara.

Selain itu, Pemkot Magelang juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis Himawan, satu-satunya rekan pendakian yang selamat, guna memastikan pemulihan mentalnya pascakejadian traumatis tersebut.

Baca Juga: Gol Tunggal Sadio Mané Hentikan Langkah Mesir! Senegal Lolos ke Final Piala Afrika 2025

Apresiasi untuk Tim SAR dan Relawan

Pada kesempatan tersebut, Catur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim SAR Gabungan, relawan, serta masyarakat yang telah berkontribusi dalam proses pencarian, baik melalui tenaga, logistik, maupun donasi.

Pemerintah Kota Magelang juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum dan mengajak masyarakat untuk mendoakan agar proses evakuasi berjalan lancar serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.


Page 3

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Pendaki Gunung Slamet yang sempat dilaporkan hilang selama 17 hari, Syafiq Ridhan Ali Razan (18), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu, 14 Januari 2026.

Korban merupakan warga Perum Depkes, Kelurahan Kramet Utara, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang.

Informasi penemuan jenazah Ali dikonfirmasi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, setelah menerima laporan langsung dari Tim SAR Gabungan yang bertugas di puncak Gunung Slamet.

Baca Juga: RSU Bhakti Husada Krikilan Raih Rating 4,9 Bintang Google Review Awal 2026, Bukti Pelayanan Prima Berbasis AKHLAK

Ditemukan di Tebing Kawah Gunung Slamet

Jenazah Syafiq Ali ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di area Watu Langgar, Punggungan Gunung Malang, Kabupaten Pemalang.

Lokasi penemuan berada di tebing kawah puncak Gunung Slamet, dengan perkiraan jarak sekitar 50 meter dari puncak.

Menurut Catur, posisi jenazah berada di tebing kawah, bukan di dasar kawah.

Korban ditemukan dalam kondisi terbaring dan sudah meninggal dunia.

Medan di lokasi tersebut dikenal sangat terjal dan sulit dijangkau, sehingga proses evakuasi memerlukan waktu panjang dan kehati-hatian tinggi.

Baca Juga: VR46 Bikin Geger! Livery MotoGP 2026 Valentino Rossi Kembali ke Warna Legendaris

Proses Evakuasi Diperkirakan 15 Jam

Tim SAR Gabungan Tahap Kedua menemukan korban setelah melakukan penyisiran intensif selama dua hari di kawasan puncak.

Meski korban telah ditemukan, proses evakuasi diperkirakan memakan waktu sekitar 15 jam akibat kondisi medan yang ekstrem serta cuaca yang tidak menentu.

Setelah berhasil dievakuasi dari tebing kawah, jenazah rencananya akan dibawa ke Basecamp Dipajaya, kemudian menuju RSUD Pemalang untuk proses pemulasaraan sebelum dipulangkan ke rumah duka di Kota Magelang.

Baca Juga: Drama Adu Penalti! Maroko Singkirkan Nigeria dan Melaju ke Final Piala Afrika 2025