Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Sampah Kiriman Berbentuk Potongan Kayu Kepung Kawasan Pantai Banyuwangi

sampah-kiriman-berbentuk-potongan-kayu-kepung-kawasan-pantai-banyuwangi
Sampah Kiriman Berbentuk Potongan Kayu Kepung Kawasan Pantai Banyuwangi

BANYUWANGI, KOMPAS.com – Seiring meningkatnya curah hujan, kawasan pesisir Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur kembali menghadapi persoalan tahunan terkait kepungan tumpukan sampah kiriman.

Kondisi tersebut memaksa para pengelola wisata bekerja ekstra setiap harinya demi menjaga kebersihan pantai.

Ketua kelompok sadar wisata (pokdarwis) Pesona Bahari Grand Watu Dodol (GWD), Abdul Azis mengatakan, hampir setiap hari, material sampah terbawa arus dan terdampar di bibir pantai.

Berbanding terbalik kala musim kemarau, kondisi tersebut nyaris tidak ditemukan.

“Jenis sampah yang mendominasi berupa potongan kayu, bambu, serta ranting pohon,” kata Azis, Rabu (18/2/2026).

Material-material tersebut diduga kuat berasal dari wilayah hulu sungai yang mengalami gangguan atau kerusakan lingkungan.

Sehingga saat hujan deras turun, material tersebut hanyut hingga ke laut dan terbawa kembali ke pesisir. “Volume sampah yang datang pun tidak sedikit, ” tuturnya.

Baca juga: Limbah Medis Berserakan di Pantai Banyuwangi, Ada Jarum Suntik dan Botol Vial

Untuk memastikan kebersihan kawasan wisata yang berada di wilayah Kecamatan Wongsorejo itu, para anggota pokdarwis disebutnya bekerja keras setiap harinya.

Mereka bergotong-royong membersihkan kawasan wisata agar tetap layak dikunjungi agar wisatawan tetap merasa nyaman dan tidak terganggu dengan kondisi lingkungan.

Namun demikian, Azis menegaskan, persoalan sampah kiriman tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Penanganan harus melibatkan berbagai pihak, baik di kawasan hulu maupun hilir, karena sumber persoalan tidak hanya berada di wilayah pantai, sebab fenomena ini juga tidak hanya terjadi di satu lokasi.

“Sejumlah pantai di berbagai wilayah Banyuwangi mengalami kondisi serupa, terutama yang berada di jalur arus dan arah angin tertentu,” tutur dia.

Yaitu, ketika angin bergerak ke arah utara, kawasan pantai di sisi utara cenderung menerima lebih banyak kiriman sampah.

Baca juga: Video Viral Muncul Air Berwarna Merah Darah di Pantai Banyuwangi

Ia berharap ada langkah terpadu untuk mengatasi persoalan tahunan tersebut, sehingga potensi wisata bahari Banyuwangi tetap terjaga tanpa dibayangi masalah lingkungan yang berulang setiap musim hujan.

Sementara itu, hari ini di GWD, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengakselerasi Program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, melalui deklarasi Banyuwangi ASRI yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Dikomando Ipuk, para peserta deklarasi tidak hanya membacakan komitmen bersama, ribuan warga turun ke lapangan dengan membersihkan sampah di sepanjang area pantai.

“ASRI adalah tugas semua elemen masyarakat, bukan hanya tugas pemda, bukan juga tugas TNI-Polri. Mari kita ‘Tandang Bareng’ mulai dari diri sendiri, dari rumah sendiri, dari lingkungan terkecil,” kata Ipuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang