Ular Masuk Rumah Jangan Dibunuh

0
10198

ularBagi sebagian warga, ular adalah binatang menakutkan yang harus segera dibunuh saat masuk rumah. Nah, anggota Banyuwangi Reptil Community (Bareco) kini tengah berupaya mengubah pandangan tersebut. JERIT histeris perempuan terdengar begitu melengking di antara kerumunan warga di Taman Blambangan pagi itu (20/1). Sekejap berselang, jeritan itu berubah menjadi suara tawa cekikikan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ada apa gerangan? Rasa penasaran itu berhasil merayu kami mendekati kerumunan warga tersebut. Setelah didekati, baru diketahui bahwa jeritan yang dalam sekejap berubah menjadi tawa itu berasal dari seorang remaja perempuan. Ular berukuran cukup besar tampak melingkar di leher remaja berkulit kuning langsat tersebut. Menakutkan memang. Tetapi gadis itu tampak begitu ceria bersama hewan melata yang melingkar di lehernya. Bahkan, gadis itu lantas meminta seorang rekannya memotret dirinya yang sedang bergaya bersama sang ular.

“Baru kali ini saya berani pegang ular. Baru saja saya diberi tahu, bahwa ular yang saya pegang ini tidak berbisa. Eh setelah saya coba, memang ularnya tidak galak, tidak menggigit, dan tidak meracuni saya dengan bisanya,” ujar gadis yang belakangan diketahui bernama Meliana, 16, warga Perum Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kalipuro tersebut Kawasan Taman Blambangan yang saat itu tengah ramai dikunjungi warga, rupanya menjadi pertimbangan tersendiri bagi sang pemilik ular untuk memamerkan binatang piaraannya. Tentu bukan tanpa pertimbangan, ternyata sang pemilik ular ingin mengedukasi warga, bahwa tidak semua jenis ular berbisa.

Sebaliknya, ada beberapa jenis ular yang jika dirawat dengan baik dan diajak berinteraksi dengan intens, bisa menjadi binatang piaraan yang bersahabat. Ya, pemilik ular tersebut adalah anggota komunitas pencinta reptil, yakni Banyuwangi Reptil Community. Komunitas yang terbentuk sejak pertengahan 2011 tersebut, kini sudah memiliki 25 anggota yang mayoritas memelihara ular. Irul, 21, ketua Bareco mengatakan, seluruh anggota komunitas yang dipimpinnmya harus benar-benar menyayangi reptil. Perawatan hewan piaraannyapun harus dilakukan dengan baik, sehingga satwa tidak sakit atau bahkan mati. “Tujuan kami melestarikan reptil, bukan untuk mempercepat kepunahan,” tegasnya.

Loading...

Nah, untuk merealisasikan cita-cita melestarikan reptil tersebut, tentu tidak hanya bisa dilakukan internal anggota Bareco. Karena itu, anggota komunitas yang satu ini gencar mengadakan sosialisasi tentang reptil kepada masyarakat. “Makanya kami datang ke Taman Blambangan, mumpung tempat ini ramai dikunjungi warga yang menikmati Car Free Day. Kita ingin mengklarifikasi pandangan masyarakat tentang ular. Selama ini masyarakat takut ular karena dianggap seram dan berbahaya. Tidak semua jenis ular berbahaya,” kata Irul. Irul mengungkapkan, ular piton (sanca), boa, dan anaconda, merupakan beberapajenis ular yang tidak berbisa.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2