Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Usai Lukai Tetangganya, Pelaku Mengaku Khilaf: Insiden Volume Sound System yang Bikin Celurit Berbicara di Tembokrejo Banyuwangi

usai-lukai-tetangganya,-pelaku-mengaku-khilaf:-insiden-volume-sound-system-yang-bikin-celurit-berbicara-di-tembokrejo-banyuwangi
Usai Lukai Tetangganya, Pelaku Mengaku Khilaf: Insiden Volume Sound System yang Bikin Celurit Berbicara di Tembokrejo Banyuwangi

Radarbanyuwangi.id – Penyidik Polsek Muncar yang menangani kasus pembacokan metapkan Sanusi, 66, warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, sebagai tersangka dan menahan di ruang tahanan polsek sambil menjalani pemeriksaan.

Kapolsek Muncar Kompol Ali Masduki melalui Kanit Reskrim Ipda Okcy Heru Prasetyo mengatakan, korban penganiayaan Fauzi, 56, yang masih tetangga tersangka, telah dilakukan visum.

“Luka korban terlihat jelas, ada bekas sayatan benda tajam dan masih tersisa bercak darah di bagian leher dekat daun telinga sebelah kiri, juga luka di telapak kaki sebelah kiri,” katanya.

Dalam keterangannya pada penyidik, terang dia, Sanusi mengakui semua perbuatanya. Pada anggotanya, tersangka mengaku khilaf, emosi, dan menyesali perbuatanya. “Masih kita amankan di polsek,” cetusnya.

Baca Juga: Kronologi Jelas dan Lengkap Satpam Plaza Indonesia Dipecat Gegara Diviralkan Netizen Usai Pukul Anjing: Cek Faktanya

Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, diduga tidak terima karena terganggu tetangganya yang memutar musik sound system terlalu kencang, seorang kakek asal Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, membacok tetangganya itu dengan celurit hingga terluka pada Sabtu (13/7).

Pelaku yang kini dijebloskan ke ruang tahanan Mapolsek Muncar sambil menjalani pemeriksaan itu Sanusi, 66. Sedang korban yang mengalami luka di bawah telinga bagian kiri dan kaki kiri itu Fauzi, 56.

Baca Juga: Kecubung Viral di Kalsel, Berikut Kandungan Senyawa Yang Buat Buah Setan Ini Memabukkan

“Pelaku dan korban masih tetangga,” terang Kapolsek Muncar, Kompol Ali Masduki melalui Kanit Reskrim Ipda Okcy Heru Prasetyo.

Menurut Okcy, aksi pembacokan ini bermula pada Sabtu (13/7) sekitar pukul 19.00, Sanusi yang baru pulang kerja dari melaut, merasa terganggu karena salah satu tetangganya Fauzi, memutar musik dengan keras.

Fauzi keluar rumah untuk memindahkan becak motornya. “Saat itu Sanusi menegur Fauzi karena suara musiknya terlalu keras,” katanya.

Saat menegur itu, Sanusi yang saat itu memegang celurit menyampaikan pada tetangganya itu sedang menasihati cucunya dan mengganggu.

“Saat itu Sanusi agak emosi dan bilang tak bacok kamu,” ujar Ipda Ocky menirukan Sanusi yang menegur Fauzi.(ddy/abi)