Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Viral Biduan Berbusana Minim di Perayaan Isra Mikraj Songgon Banyuwangi, Panitia Minta Maaf dan Dipanggil Polisi

viral-biduan-berbusana-minim-di-perayaan-isra-mikraj-songgon-banyuwangi,-panitia-minta-maaf-dan-dipanggil-polisi
Viral Biduan Berbusana Minim di Perayaan Isra Mikraj Songgon Banyuwangi, Panitia Minta Maaf dan Dipanggil Polisi

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Perayaan Isra Mikraj di Dusun Bangunrejo, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jumat (17/1) malam, mendadak viral di media sosial (medsos).

Acara yang seharusnya berlangsung khidmat dan sarat nilai keagamaan itu menuai sorotan tajam publik setelah muncul video penampilan biduan dangdut berbusana minim.

Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas, tampak seorang biduan mengenakan pakaian terbuka bernyanyi sambil berjoget di atas panggung.

Aksi tersebut dinilai tak pantas karena dilakukan dalam rangkaian kegiatan peringatan Isra Mikraj, yang merupakan momentum penting dalam sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW.

Tak hanya bernyanyi, biduan tersebut juga memperlihatkan lenggak-lenggok pinggulnya di hadapan penonton.

isra-mikraj-491327090.jpg

Biduan dangdut bergoyang di atas panggung saat perayaan Isra Mikraj di Bangunrejo, Parangharjo, Songgon, Jumat (17/1) malam. Kapolsek Songgon AKP Pudji Wahyono meminta pernyataan panitia. (PUDJI FOR RADAR BANYUWANGI)

Bahkan, dalam rekaman video itu terlihat sejumlah pengunjung naik ke atas panggung dan ikut berjoget bersama sang biduan dengan gerakan yang dinilai erotis.

Ironisnya, penampilan tersebut tampak sangat kontras dengan suasana acara. Sebab, para pemusik, panitia, serta sebagian besar pengunjung dan tamu undangan terlihat mengenakan busana bernuansa Islami.

Tuai Kecaman Publik

Setelah video tersebut viral, kecaman pun berdatangan dari berbagai kalangan masyarakat.

Banyak warganet menilai kejadian tersebut mencoreng kesakralan peringatan Isra Mikraj dan menunjukkan lemahnya pengawasan panitia terhadap rangkaian acara.

Menanggapi hal itu, panitia penyelenggara akhirnya angkat bicara. Ketua Panitia, Muhammad Hadiyanto, membenarkan adanya penampilan biduan dalam acara tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa penampilan tersebut bukan bagian dari inti kegiatan pengajian Isra Mikraj.

“Kegiatan tersebut murni untuk menghibur panitia yang sedang melakukan bersih-bersih setelah acara selesai,” kata Hadiyanto.

Menurutnya, acara peringatan Isra Mikraj digelar pada Jumat (16/1) dan telah selesai sepenuhnya sebelum penampilan musik elekton tersebut berlangsung.


Page 2


Page 3

Hadiyanto membantah tudingan bahwa biduan dangdut tampil di tengah-tengah acara pengajian.

Ia menyebut penampilan tersebut dilakukan setelah rangkaian acara keagamaan rampung dan tidak dihadiri oleh para tokoh agama maupun tamu undangan.

“Elekton itu dilaksanakan setelah pengajian selesai. Seluruh undangan serta para kiai sudah tidak ada di tempat,” tuturnya.

Meski demikian, Hadiyanto mengakui kekeliruan panitia yang telah menghadirkan hiburan tersebut, apalagi hingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Saya atas nama pribadi dan panitia mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian tersebut,” ujarnya.

Panitia Dipanggil ke Polsek Songgon

Pasca viralnya video tersebut, pihak kepolisian langsung mengambil langkah cepat.

Kapolsek Songgon, AKP Pudji Wahyono, mengaku telah memanggil pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut untuk dimintai klarifikasi.

“Hari ini Ketua Panitia hadir langsung ke Mapolsek Songgon. Kami meminta penjelasan terkait motif penampilan biduan dalam acara tersebut,” ujar Pudji.

Dari hasil klarifikasi, lanjut Pudji, panitia mengakui kesalahan dan menyatakan tidak memiliki niat untuk mencoreng nilai-nilai agama.

“Mereka mengaku salah dan tidak berniat mencederai atau menodai nilai keagamaan,” jelasnya.

Tidak Sesuai Izin Acara

AKP Pudji Wahyono juga mengungkapkan bahwa sebelumnya panitia telah mengajukan izin kegiatan ke pihak kepolisian.

Namun, dalam izin tersebut, tidak tercantum adanya acara tambahan berupa hiburan musik dangdut.

“Memang izinnya ada, dan yang diajukan murni pengajian keagamaan. Itu jelas kami dukung,” tegasnya.

Karena itu, pihak kepolisian mengimbau agar panitia kegiatan serupa ke depan lebih bijak dan patuh terhadap izin yang telah diajukan.

“Kami minta masyarakat melaksanakan kegiatan sesuai dengan izin yang disampaikan. Jangan ada tambahan acara yang tidak termonitor, karena berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan lingkungan,” pungkas Pudji.