Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Wakil Rakyat Tancap Gas Studi Banding

BANYUWANGI – Walau anggaran perjalanan dinas (perdin) anggota DPRD dipangkas besar-besaran, tapi tidak menyurutkan langkah wakil rakyat untuk melakukan studi banding. Setelah turun lapangan mencermati potensi pendapatan asli daerah (PAD) dan pengembangan ekonomi di Bumi Blambangan, para wakil rakyat tersebut menggelar studi banding ke beberapa daerah di Jawa dan Bali. Informasi yang berhasil dikumpulkan Jawa Pos Radar Banyuwangi, studi banding kali ini dilakukan anggota Komisi II dan Koalisi III.

Kedua komisi itu berangkat ke daerah tujuan pada minggu malam kemarin (25/1). Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara mengatakan, Komisi II melakukan studi banding ke Jember dan Lumajang. Komisi yang membidangi pertanian, koperasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut melakukan studi banding untuk menindaklanjuti hasil tinjau lapangan dan rapat dengar pendapat (hearing) dengan instansi terkait.

Komisi III melakukan studi banding ke Bali, yakni ke Jembrana dan Badung. Sebelum melakukan studi banding, komisi yang membidangi keuangan dan perekonomian itu telah turun ke lapangan untuk mengumpulkan bahan terkait pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak hotel, restoran, dan tempat hiburan.

“Komisi III melakukan studi banding untuk membandingkan potensi dan realisasi PAD di Banyuwangi dengan daerah lain,” ujar Made dikonfirmasi di kantor dewan kemarin (26/1). Menurut Made, setelah melaksanakan studi banding, kedua komisi tersebut wajib menyampaikan laporan kepada pimpinan dewan. Laporan masing-masing komisi akan dijadikan bahan pembahasan DPRD. “Setelah studi banding, Komisi ll dan Komisi III kita minta menyampaikan laporan kepada pimpinan dewan dan hasilnya akan dibahas di DPRD,” kata politikus PDIP itu. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE